Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dalam beberapa bulan terakhir, NAACP bahkan melayangkan gugatan hukum terhadap pemerintahan Trump. Salah satu yang paling disorot adalah gugatan pada April 2025.
NAACP mencoba menghentikan Departemen Pendidikan yang dianggap menahan dana federal bagi sekolah-sekolah yang menjalankan program keberagaman, kesetaraan dan inklusi.
Baca juga : Sarinah Resmi Jadi Title Partner Formula E Jakarta
NAACP menuduh Pemerintahan Trump secara aktif menghambat upaya pemberian kesempatan yang setara bagi siswa kulit hitam. Langkah mengecualikan Trump ini baru pertama kali dilakukan NAACP, karena biasanya selalu mengundang presiden aktif, tanpa memandang pandangan politiknya.
Misalnya, Presiden Ronald Reagan yang sempat dikritik karena istilah welfare queen (ratu kesejahteraan) dalam kampanye pada 1980, tetap menerima undangan dan menyampaikan pidato pada konvensi 1981 di Denver, Colorado.
Baca juga : Rinus Dan Total Anti Korupsi
Dalam pidatonya, dia mengecam supremasi kulit putih dan berjanji memberantas tindakan kekerasan berbasis rasial.
Selain itu, Presiden George W Bush sempat dikritik tajam atas penanganan badai Katrina pada 2005, yang berdampak besar pada komunitas kulit hitam. Meski begitu, Bush tetap diundang dan menyampaikan pidatonya dalam konvensi NAACP pada Juli 2006.
Baca juga : 6 Terdakwa Eks Pejabat Antam Klaim Tak Terima Gratifikasi
Pejabat NAACP menegaskan, keputusan tidak mengundang Trump bukanlah hal mudah. Keputusan ini hasil dari pertimbangan serius terhadap retorika dan kebijakan diskriminatif yang ditunjukkan oleh presiden saat ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya