Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Di dunia sepakbola dikenal sistem “total football”. Bisakah ini diterapkan untuk memberantas korupsi? Mestinya bisa.
Total football dipopularkan oleh Rinus Michels, pelatih Ajax dan Timnas Belanda era 70-an. Legacy ini sekarang diterapkan antara lain oleh klub Barcelona.
Sistem ini membutuhkan pemain yang fleksibel, cerdas, mampu berkoordinasi, terampil dalam penguasaan bola dan mampu menekan lawan di garis yang tinggi.
Baca juga : “Langkah Kanan” Jangan Diganggu
Karena korupsi di Indonesia sudah kronis, maka sistem total football perlu diadaptasi menjadi “total anti korupsi” atau “anti korupsi total”.
Sistem ini membutuhkan “pemain”, dalam hal ini aparat dan lembaga yang mampu berkoordinasi, memiliki kecerdasan, integritas, serta bisa mengendalikan permainan dalam tekanan tinggi, bersama-sama.
Sistem ini perlu dilakukan secara menyeluruh, komprehensif serta konsisten dalam beragam aksi. Mulai dari pencegahan korupsi, penegakan hukum serta pemberdayaan lembaga-lembaga hukum.
Baca juga : Memburu Warisan Tak Ternilai
Selain itu, edukasi nilai-nilai anti korupsi kepada rakyat yang dimulai dari pendidikan dasar, serta merapikan dan memperkuat sistem hukum, juga sangat
Secara umum, Kejaksaan sudah mulai oke. Presiden Prabowo juga sudah memberikan “booster” dan “obat kuat” melalui Perpres 66/2025. Perpres ini memperkuat pengamanan lembaga maupun personel kejaksaan. Termasuk anggota keluarganya.
Karena kasus-kasus besar bukan hanya di Jakarta, perhatian serius juga perlu diarahkan ke daerah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.