Dark/Light Mode

Perang Lawan Israel Makin Sengit, Warga Iran Eksodus Mengungsi Ke Turki

Sabtu, 21 Juni 2025 05:08 WIB
Warga Iran tiba di Turki melalui penyeberangan perbatasan Razi-Kapikoy, timur laut Turki, Kamis 
(19/6/2025). (Foto via Middle East Online)
Warga Iran tiba di Turki melalui penyeberangan perbatasan Razi-Kapikoy, timur laut Turki, Kamis (19/6/2025). (Foto via Middle East Online)

 Sebelumnya 
Dia mengungkapkan, kebanyakan warga Iran pernah merasakan perang, merasakan kondisi berbeda saat ini. “Perang ini beda. Kali ini perang mengerikan karena tidak dapat diprediksi dan sangat brutal,” ujarnya.

Warga Iran lainnya bernama Ismail Rabie, seorang pensiunan berusia 69 tahun yang berusaha kembali ke rumahnya di London, Inggris, mengatakan, situasi di Iran tidak akan berubah kecuali jika negara-negara Barat benar-benar menginginkannya.

Baca juga : Perang Iran- Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI Dari Iran

“Semuanya tergantung pada Amerika Serikat atau Eropa. Jika mereka menginginkan perubahan, maka akan berubah. Sebaliknya, jika tidak, maka tidak akan berubah,” ujar Rabie, yang juga mengungsi ke Turki.

Trump Masih Pikir-pikir

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan mengambil keputusan mengenai apakah AS akan ikut dalam konflik Israel vs Iran dalam waktu dua pekan lagi.

Baca juga : NasDem Yakin Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif

“Berdasarkan fakta bahwa negosiasi dengan Iran mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan nanti,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dikutip dari Anadolu, Jumat (20/6/2025).

Pengumuman itu muncul saat Trump menghadapi keretakan internal dalam tubuh Partai Republik mengenai apakah Negeri Paman Sam harus membantu Israel melawan Iran atau tidak.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.