Dark/Light Mode

Update Perang Iran vs Israel, Evakuasi WNI Hingga Kabar Gencatan Senjata

Selasa, 24 Juni 2025 06:47 WIB
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. (Foto Larasati Dyah Utami)
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. (Foto Larasati Dyah Utami)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian meningkat setelah Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, Senin (23/6/2025). Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) dan seluruh Perwakilan Indonesia di Timur Tengah terus memonitor dari dekat eskalasi perang Iran-Israel.

"Kemlu mengimbau agar para WNI yang saat ini berada di Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan, terus memantau situasi keamanan dan arahan yang diberikan otoritas setempat, menghindari lokasi aset-aset negara berkonflik dan mengurangi perjalanan ke luar rumah untuk hal-hal yang tidak mendesak," pernyataan tertulis Direktur Pelindungan WNI, Kemlu RI Judha Nugraha, Selasa (24/6/2025).

Judha juga mengimbau WNI yang menetap agar melakukan lapor diri secara online di website Peduli WNI dan memastikan data telah update.

Judha juga mengingatkan, bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan melewati wilayah udara Timur Tengah, agar mengantisipasi gangguan penerbangan karena penutupan wilayah udara di sejumlah negara.

Baca juga : Perang Iran Vs Israel Dan Subsidi BBM

"Selalu pastikan jadwal penerbangan ke maskapai. Jika dalam keadaan darurat di luar negeri agar segera menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat atau hotline Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor +62 812-9007-0027 (WhatsApp) atau tekan Tombol Darurat di aplikasi Safe Travel Kemlu," ingatnya. 

Hingga saat ini, tercatat 386 WNI tinggal di Iran, mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa. Dalam jumpa pers dari Istanbul, Turki, Sabtu (21/6/2025), Menlu RI Sugiono menyampaikan, Kemlu telah membantu evakuasi 97 orang, dan telah berada di Baku, Ibu Kota Azerbaijan. Dari 97 orang itu, terdiri dari 93 WNI, 3 staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran, dan 1 warga negara asing (warga negara Iran pasangan WNI).

”Pemulangan dilakukan bertahap. Rencana, tahap pertama diterbangkan dengan pesawat komersial pada Senin, 23 Juni, dan tiba di Jakarta pada 24 Juni,” kata Judha, Minggu (22/6/2025).

Sebelumnya, Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, pada Jumat (20/6/2025), mengatakan bahwa sebanyak 126 WNI telah menyatakan kesediaan untuk dievakuasi. Kristomei merinci, di Teheran (Iran) itu ada 115 warga negara kita yang sudah bersedia untuk dievakuasi. Sementara, dari Israel ada 11 orang yang sudah siap untuk dievakuasi.

Baca juga : Puji Trump Atas Serangan Fasilitas Nuklir Iran, PM Israel: Ini Keputusan Berani

Pemerintah juga telah mengerahkan 34 personel Tim Crisis Response yang anggota terdiri dari gabungan institusi, termasuk TNI untuk mendukung proses evakuasi di lapangan.

Namun demikian, ada sejumlah WNI yang bertahan karena merasa masih aman. Judha mengatakan, seperti WNI yang ada di Kota Qom, sekitar jumlah 250 relatif tidak diserang. 

"Kemlu mengimbau agar mereka mengurangi aktivitas diluar rumah dan mengikuti arahan evakuasi yang sudah ditetapkan KBRI Teheran," imbuhnya. 

Dia menambahkan, KBRI Teheran dan Kemlu RI selalu mengingatkan soal potensi eskalasi konflik Iran dan Israel 

Gencatan Senjata Israel-Iran

Baca juga : Perang Iran- Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI Dari Iran

Iran meluncurkan sejumlah rudal ke pangkalan militer AS di Qatar pada Senin (23/6) malam, sebagai balasan atas serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Sabtu (21/6/2025).

Meski tidak ada korban jiwa, situasi ini menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan. Menyusul serangan Negeru Mullah itu,  Presiden AS Donald Trump dalam media sosialnya, Truth Social, mengabarkan, Iran dan Israel telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

"Telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA yang Lengkap dan Total," tulis Trump di, dilansir AFP, Selasa (24/6/2025).

Namun, belum ada komentar langsung dari Israel atau Iran yang mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.