Dark/Light Mode

Iran Gelar Prosesi Pemakaman 60 Martir Perang Dengan Israel

Sabtu, 28 Juni 2025 15:59 WIB
Bendera Iran (Foto: Istimewa)
Bendera Iran (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran menggelar prosesi pemakaman untuk 60 orang yang menjadi martir dalam perang melawan Israel secara besar-besaran di Teheran, yang dihadiri Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Sabtu (28/6/2025) pagi.

Tasnim memberitakan, 60 martir yang dimaksud termasuk komandan militer senior, ilmuwan nuklir, jurnalis, dan warga biasa yang kebanyakan wanita dan anak-anak.

Melansir BBC, di antara mereka yang dimakamkan adalah Mohammad Bagheri, perwira militer berpangkat tertinggi di Iran yang pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan bersenjata Iran.

Baca juga : Iran Bantah Rencana Pembicaraan Nuklir Dengan Amerika Serikat

Baheri akan dimakamkan bersama istri dan putrinya, yang tewas dalam serangan Israel.

Selain itu, juga ada Hossein Salami, panglima tertinggi Garda Revolusi Islam, serta sejumlah ilmuwan nuklir seperti Mohammad Mehdi Tehranchi, yang pernah menjabat sebagai kepala Universitas Azad di Teheran.

Prosesi pemakaman dimulai di Universitas Teheran. Para pelayat membawa peti mati para martir yang ditutupi bendera Iran, sampai ke Lapangan Azadi.

Baca juga : Periklindo Siap Gelar PEVC 2025, Pamerkan Mobil Terbang Dan Robot Humanoid

Perang Iran-Israel diawali oleh serangan Israel pada Jumat (13/6/2025) dini hari. Sejak itu, Iran dan Israel terus saling serang. 

Pasukan Dirgantara Korps Pengawal Revolusi Islam kemudian melakukan 22 gelombang serangan rudal pembalasan terhadap rezim Zionis, sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati III yang menimbulkan kerugian besar di kota-kota di seluruh wilayah pendudukan.

Pertempuran Iran-Israel berhenti setelah gencatan senjata pada 24 Juni 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.