Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Washington Kencangkan Ikat Pinggang, AS Stop Bantuan Militer Ke Ukraina
Kamis, 3 Juli 2025 04:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kekuatan Ukraina sudah bisa dipastikan makin rapuh. Di tengah masifnya serangan Rusia, Amerika Serikat (AS) menyetop bantuan militer ke Kiev dengan alasan sedang mengencangkan ikat pinggang alias penghematan anggaran.
Presiden AS Donald Trump memerintahkan penghentian aliran bantuan persenjataan ke Ukraina mulai 1 Juli 2025. Langkah itu, menurut Gedung Putih, merupakan bagian dari strategi penghematan luas di tubuh pemerintahan federal.
Baca juga : Iran dan Israel Perang, Striker Inter Milan Kejebak Di Teheran
“Washington telah memberi lebih dari cukup,” kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly, Selasa (1/72025), dilansir Reuters.
“Kini saatnya memprioritaskan pertahanan nasional,” imbuhnya.
Baca juga : Lewat AgenBRILink, Pemuda Ini Kembangkan Usaha hingga Ciptakan Lapangan Kerja
Dalam dua tahun pertama konflik yang dimulai pada 24 Februari 2022, AS menjadi donor terbesar bagi Ukraina, menyuplai senjata, sistem rudal, intelijen, hingga dukungan finansial. Namun, arah kebijakan berubah seiring meningkatnya kekhawatiran dalam negeri atas kapasitas stok militer AS.
Departemen Pertahanan AS alias Pentagon menegaskan akan terus memberikan dukungan kepada Ukraina. Tapi dukungan non-senjata.
Baca juga : Program Anak Masuk Barak Militer Dibolehkan
“Kami tidak meninggalkan Ukraina,” kata Kepala Kebijakan Departemen Pertahanan Elbridge Colby.
“Kami tetap terlibat dalam pencarian solusi damai yang realistis,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya