Dark/Light Mode

Cerita Perjalanan Ke Rusia (4)

Sepekan Di Pevek, Suhu Dingin Dan Tak Ada Malam

Senin, 7 Juli 2025 07:45 WIB
Gedung-gedung di Kota Pevek yang dicat warna-warni. (Foto: Wahyu Suryani/RM)
Gedung-gedung di Kota Pevek yang dicat warna-warni. (Foto: Wahyu Suryani/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wartawan Rakyat Merdeka Wahyu Suryani mengunjungi Kota Moskow dan Pevek di Rusia bersama wartawan dari Uzbekistan, Kirgistan, Afrika Selatan dan Ghana pada 21 Juni-1 Juli 2025. Kunjungan ini untuk melihat teknologi modern yang dimiliki Rosatom berupa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP). Berikut ini laporannya.

Pevek, kota paling utara di Rusia, kini menjadi sorotan dunia sebagai rumah bagi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/ FNPP) Akademik Lomonosov yang pertama di dunia. Kehadiran fasilitas inovatif ini telah mengubah lanskap kota, memicu pertumbuhan ekonomi dan menarik perhatian global ke kehidupan di lingkaran Arktik.

Hidup di Pevek berarti beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Musim dingin di sini bisa mencapai -50 derajat celcius. Sedangkan musim panas suhu maksimum mencapai 12 derajat celcius.

Seminggu saya berada di Pevek, seminggu pula langit kota ini terlihat terang. Tak ada malam, 24 jam terang. Kendati begitu, suhu bisa naik turun. Dari 0 derajat celcius hingga mencapai 12 derajat celcius. Bongkahan es di laut juga masih ada yang belum mencair. Padahal, saat ini sudah musim panas.

Baca juga : Selain Soal Ormas, Kemendagri Soroti Masalah Sampah Yang Bebani Daerah

Sebagai seorang yang terbiasa tinggal di daerah tropis, saya pun harus beradaptasi dengan kondisi ini. Utamanya menyesuaikan jam tidur.

Soal makanan, saya tidak ada masalah. Tempat saya dan rombongan menginap menyajikan menu makanan sehat setiap hari. Jangan berharap gorengan kayak di Indonesia, nggak ada lah. Yang ada roti, omelet, kentang, ayam dan daging rusa kutub. Mendengar menu daging rusa kutub, awalnya saya bertanya-tanya dalam hati, enak nggak ya? Ini pengalaman pertama saya makan daging rusa kutub dan ternyata rasanya enak juga.

Akses menuju Pevek memang cukup menantang. Penerbangan komersial menuju kota ini hanya tersedia seminggu sekali. Perjalanan saya dari Moskow ke kota ini hampir menempuh waktu 10 jam, itu sudah dihitung waktu transit di Bandara Yakutsk.

Perbedaan zona waktu di Pevek 5 jam lebih awal daripada Waktu Indonesia Barat (WIB), sehingga komunikasi jarak jauh harus diatur dengan baik.

Baca juga : KPK: OTT Jadi Pintu Masuk Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Meski alamnya keras dan tidak ada pohon yang tumbuh, warga Pevek dikenal penuh kehangatan dan solidaritas. Mereka juga sangat ramah.

“Jumlah penduduk Pevek saat ini sekitar 5.000 orang,” kata Director of Chaun Local History Museum Valeria Yurievna Shvets-Shust.

Penghasilan kota ini berasal dari kapal yang singgah untuk melakukan bongkar muat barang di pelabuhan.

Karena itu, peran Pelabuhan Pevek sebagai hub logistik semakin diperkuat oleh posisinya sebagai jalur pengadaan utama untuk Distrik Bilibinskiy dan Chaunskiy

Baca juga : PSI Jawa Timur Bangun Posko Untuk Pemilu Raya

Kota ini juga masih dalam tahap pembangunan. Banyak area terus dibenahi. Gedung-gedung dicat warna-warni untuk menambah keindahan kota. Tentunya dengan rancangan bangunan yang tahan terhadap suhu ekstrem.

Sementara, fasilitas di kota ini ada sekolah, tempat ibadah, taman bermain, olahraga dan rumah sakit. Sektor pendidikan juga terus berkembang. Sudah tersedia sekolah-sekolah dengan standar baik. Bahkan telah dibuka kelas bertema nuklir (atom class) untuk menumbuhkan generasi baru yang paham teknologi sejak dini.

Kehadiran FNPP telah mengubah Pevek menuju modernisasi, peningkatan infrastruktur dan menciptakan lapangan kerja baru. Mengubah Pevek menjadi pusat energi dan pembangunan. Bagi warganya, Pevek adalah rumah dan masa depan yang menjanjikan di tengah luasnya Arktik. (Bersambung)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.