Dark/Light Mode

Banjir Di Texas Tewaskan 104 Orang, Trump Ngeles Efisiensi Anggaran Penyebabnya

Rabu, 9 Juli 2025 04:05 WIB
GENDONG ANAK: Sambil menggendong anak, pasangan suami istri berjalan melewati puing-puing dan pohon tumbang di jembatan penghubung Sungai Guadalupe setelah banjir bandang melanda wilayah Ingram, Texas, Amerika Serikat, Sabtu, 5 Juli lalu. (Foto AP News oleh Julio Cortez)
GENDONG ANAK: Sambil menggendong anak, pasangan suami istri berjalan melewati puing-puing dan pohon tumbang di jembatan penghubung Sungai Guadalupe setelah banjir bandang melanda wilayah Ingram, Texas, Amerika Serikat, Sabtu, 5 Juli lalu. (Foto AP News oleh Julio Cortez)

 Sebelumnya 
Banjir terjadi bertepatan dengan libur nasional Hari Kemerdekaan AS. Gedung Putih ngeles dan menolak tudingan bahwa pemotongan anggaran di Badan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) menyebabkan lambatnya penanganan bencana.

Beberapa pihak mengkritik pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Mereka menyalahkan pemangkasan ribuan pegawai di lembaga induk NWS, yaitu Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA). Badan ini bertugas melakukan pemantauan cuaca, iklim, badai, topan, dan fenomena alam lainnya.

Banyaknya pegawai yang dipangkas dituding sebagai penyebab lemahnya respons bencana. Namun, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt membantah anggapan tersebut. “Itu bencana alam. Ini bukan kesalahan pemerintah. Justru Badan Cuaca Nasional sudah memberi peringatan dini secara konsisten,” tegasnya.

Baca juga : Diusulkan Bangun Area Parkir Air Dan Penghijauan

Menurutnya, kantor NWS Austin-San Antonio sudah melakukan pengarahan kepada pejabat lokal sehari sebelum banjir terjadi. NWS mengeluarkan peringatan banjir sejak sore hari, yang diperbarui beberapa kali sepanjang malam hingga Jumat pagi, 4 Juli.

Presiden Trump dijadwalkan mengunjungi Texas pada Jumat (11/7/2025) mendatang. Trump sempat menuding bencana ini sebagai warisan pemerintahan Presiden AS Joe Biden. “Saya tidak menyalahkan Biden. Ini bencana besar yang mungkin hanya terjadi sekali dalam 100 tahun,” katanya.

Senator Texas dari Partai Republik Ted Cruz menyatakan, saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan secara politik.

Baca juga : Banjir Bandang Di Texas Tewaskan 82 Orang , Trump Jadi Bulan-bulanan

Seorang warga lokal bernama Nicole Wilson membuat petisi agar sirine peringatan banjir dipasang di Kerr County, sebagaimana yang sudah dilakukan di daerah lain. Meski ide ini sudah dibahas selama hampir 10 tahun, namun pendanaannya belum pernah disetujui.

Dukacita dari berbagai penjuru dunia terus berdatangan. Raja Charles III dari Inggris mengirim surat kepada Presiden Trump menyampaikan rasa duka cita mendalam atas tragedi ini. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.