Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Usia 92, Presiden Kamerun Paul Biya Masih Berburu Masa Jabatan Ke-8
Senin, 14 Juli 2025 20:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Faktor usia ternyata tidak menyurutkan minat Presiden Kamerun Paul Biya untuk bertarung di Pilpres. Terbukti, politisi berusia 92 tahun itu mengumumkan niatnya untuk berburu jabatan periode kedelapan untuk Pemilihan Oktober mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Biya, setelah muncul spekulasi pemimpin yang sudah tua tidak akan mencalonkan diri.
Biya adalah Presiden dari Tanah Afrika yang menjabat paling lama kedua setelah Teodoro Obiang dari Guinea Khatulistiwa, dikabarkan sering sakit dan berada di luar negeri.
Tahun lalu, tersiar desas-desus Biya telah meninggal. Namun, rumor tersebut patah setelah pemerintah menyangkal rumor tersebut secara terbuka.
Baca juga : Trump Kasih Penjelasan Dan Harapan Ke Prabowo
Biya yang berkuasa sejak tahun 1982, adalah presiden kedua Kamerun sejak negara tersebut merdeka dari Prancis pada tahun 1960.
Dalam postingannya di media sosial, Biya mengatakan yang terbaik belum datang. Dia menegaskan kembali tekadnya untuk memerintah, dengan mengatakan, "Yakinlah bahwa tekad saya untuk melayani Anda sepadan dengan tantangan serius yang kita hadapi".
Masa pemerintahan Biya yang telah berusia lebih dari 40 tahun, telah meninggalkan dampak yang bertahan lama.
Pemerintahannya telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk tuduhan korupsi dan gerakan separatis di provinsi-provinsi berbahasa Inggris yang telah memaksa ribuan orang keluar dari sekolah, dan memicu bentrokan mematikan dengan pasukan keamanan.
Baca juga : Piala Presiden, Pelatih Persija Banggakan Eksel Runtukahu
Nkongho Felix Agbor, seorang advokat hak asasi manusia dan pengacara mengatakan,
pengumuman Presiden Biya untuk mencalonkan diri lagi adalah tanda jelas dari transisi politik Kamerun yang sudah berhenti.
"Setelah lebih dari 40 tahun berkuasa, yang dibutuhkan negara adalah pembaruan. Bukan pengulangan. Warga Kamerun pantas mendapatkan perubahan demokratis dan kepemimpinan yang bertanggung jawab,” katanya kepada The Associated Press.
Saat ini, Kamerun masih harus berurusan dengan kekerasan kelompok ekstremis Islam Boko Haram, yang berbasis di negara tetangga Nigeria.
Baru-baru ini, beberapa sekutu lama Biya membelot untuk mengumumkan pencalonan mereka sendiri sebagai presiden.
Baca juga : Prabowo & Presiden Korsel Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
Tahun 2018, Biya meraih kemenangan pemilu dengan angka lebih dari 70 persen, dalam pemilihan yang dirusak oleh penyimpangan dan rendahnya jumlah pemilih akibat kekerasan separatis dan jihad yang sedang berlangsung.
Di wilayah yang terancam dengan menyusutnya ruang demokrasi, beberapa negara Afrika lainnya juga memiliki presiden yang dituduh menggunakan mekanisme negara untuk memperpanjang masa kekuasaan mereka.
Presiden Uganda Yoweri Museveni baru-baru ini juga mencari nominasi untuk masa jabatan ketujuh, langkah yang akan membawanya mendekati lima dekade berkuasa di negara Afrika Timur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya