Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelajahi Negeri Sakura (3)
Rasakan Hidup 1.000 Tahun Lagi Di Osaka-Kansai Expo
Rabu, 16 Juli 2025 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka, Larasati Dyah Utami, bersama jurnalis dari Malaysia, Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, dan Thailand, mengikuti Program Kunjungan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang selama 9 hari. Perjalanan dimulai pada 23 Juni 2025 hingga 1 Juli 2025, dengan agenda mengunjungi Tokyo, Osaka, dan Hiroshima. Berikut laporannya.
Jepang menggelar pameran internasional, Osaka-Kansai Expo 2025. Acara itu digelar di Osaka, kota terbesar kedua di Negeri Sakura. Pameran berkelas internasional itu, diikuti 158 negara dan 42 organisasi internasional. Termasuk Indonesia, berbagai badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa.
Pameran berlangsung selama enam bulan, mulai dari 13 April hingga 13 Oktober 2025. Bertempat di Yumeshima, pulau buatan di Teluk Osaka yang dikembangkan sebagai pusat inovasi dan urban renewal. Kami mengeksplorasi expo tersebut selama dua hari, 26-27 Juni 2025.
Baca juga : Kaesang Berkelakar Jokowi Takut Daftar
Pameran besar itu tidak hanya fokus pada inovasi teknologi. Namun bisa dibilang seperti laboratorium global untuk menjawab tantangan zaman: mulai dari teknologi kesehatan hingga energi bersih dan bagaimana kehidupan manusia 1.000 tahun ke depan.
Hari pertama di sana, kami mengeksplor Paviliun Jepang. Antrean mengular. Para pengunjung penasaran dengan pengemasan pameran, yang menggabungkan filosofi hidup tradisional Jepang dengan teknologi masa depan, serta kesadaran lingkungan.
Mengusung desain lingkaran dengan diameter 80 meter dan tinggi 13 meter, paviliun ini tampil megah namun bersahaja dibalut struktur ramah lingkungan. Seluruh struktur menggunakan cross-laminated timber (CLT) dari kayu cedar asli. Kayu tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga dirancang dapat didaur ulang setelah Expo selesai. Seragam staf pun dirancang dengan inspirasi dari kimono, menggunakan bahan daur ulang.
Baca juga : PDI Perjuangan Tegaskan Hak Pinjam Sampai 2027
Tak lupa ada unsur manga dan tokoh animasi dalam paviliun ini. Doraemon dan Hello Kitty dijadikan tokoh yang memberikan edukasi. Tentu saja ini tidak hanya menarik bagi anak-anak. Kami, yang tumbuh bersama dua tokoh tersebut, juga dibuat senang dengan kehadiran animasi kucing dalam kemasan berbeda itu.
Omori Toshiki, koordinator dari Paviliun Jepang mengajak kami untuk merenungkan bagaimana elemen-elemen kecil, seperti mikroorganisme, air, dan limbah, menopang rantai kehidupan.
Puas di Paviliun Jepang, kami dibawa menelusuri kehidupan miliaran tahun lalu. Secara visual, paviliun ini berbentuk struktur spiral menyerupai fosil kuno, ammonit. Dipadukan dengan kehadiran tokoh Astro Boy, menjadi simbol keabadian dan evolusi.
Baca juga : Kasus Pemerasan, KPK Telisik Keterlibatan Mantan Menaker
Paviliun ini menawarkan pengalaman seperti melintasi dimensi menelusuri 3,8 miliar tahun sejarah kehidupan. Selain melihat fosil, di paviliun ini juga dipamerkan teknologi iPS (induced pluripotent stem cells) yang memungkinkan menggunakan stem cells untuk membangun kembali jantung.
Di masa depan, teknologi ini dipercaya akan menjadi revolusi kesehatan. Karena, orang yang terkena penyakit jantung akan mendapat perawatan tanpa harus transplantasi. Kami juga diperlihatkan konsep tidur masa depan. Sebuah kapsul tidur (tempat tidur berbentuk kapsul) dibuat dengan menggabungkan teknologi suara, pencahayaan, dan stimulasi gelombang otak. Teknologi kapsul ini dipercaya meningkatkan kualitas tidur.
Ada juga paviliun energi yang mengedukasi tentang pentingnya energi terbarukan, hidrogen, keselamatan tenaga nuklir, kesiapsiagaan bencana, dan netralitas karbon. Dengan permainan interaktif, bahasa ilmu sains yang rumit mudah dimengerti orang awam, termasuk anak-anak. Karena pentingnya menghemat energi dijelaskan dengan bahasa dan visual yang sederhana dan seru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya