Dark/Light Mode

Dinner Bareng Berdua, Prabowo Dan Macron Saling Puji Di Medsos

Rabu, 16 Juli 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron makan malam berdua, di Istana Elysee, Paris, Prancis, Senin malam (14/7/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron makan malam berdua, di Istana Elysee, Paris, Prancis, Senin malam (14/7/2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron tak cuma saling sapa penuh kehangatan di Bastille Day, tapi juga makan malam bareng empat mata di Istana Elysee, Senin malam (14/7/2025) waktu Paris. Setelah itu, keduanya saling puji di media sosial masing-masing.

Suasana dinner eksklusif ini, berlangsung akrab. Prabowo datang dengan penghormatan militer, berjalan melewati pasukan jajar kehormatan sebelum disambut langsung oleh Macron. Keduanya lalu bersalaman, berfoto bersama di depan pintu istana, dan langsung naik ke ruang makan utama.

Di ruang makan yang elegan, Prabowo dan Macron membahas banyak isu strategis. Mulai dari pertahanan, perdagangan, transisi energi, hingga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Semua dibicarakan dalam suasana hangat, di meja bundar dengan hiasan buket bunga dan peralatan makan mewah.

Keduanya tampil formal dengan jas gelap dan dasi, tapi suasananya santai. Tidak sekadar diplomatik, tapi juga penuh chemistry sebagai dua pemimpin dunia.

Baca juga : Rasakan Hidup 1.000 Tahun Lagi Di Osaka-Kansai Expo 

Jamuan ini jadi penutup manis dari rangkaian Bastille Day yang sebelumnya diwarnai parade militer megah. Prabowo duduk berdampingan dengan Macron di podium kehormatan dan menyaksikan pasukan Indonesia tampil membuka parade.

Setelah jamuan selesai, pujian mengalir lewat Instagram. Presiden Macron mengunggah foto dirinya dengan Prabowo dan menulis dalam bahasa Indonesia:

“Terima kasih telah menghadiri perayaan hari nasional kami, sahabat Prabowo. Saya bangga melihat para prajurit Indonesia berbaris bersama pasukan kami.”

Ia juga mengenang kunjungannya ke Akademi Militer di Magelang dan berharap kerja sama kedua negara makin kuat. “Dari Jakarta hingga Paris, kemitraan strategis kita akan terus bertahan dan makin kuat,” tutup Macron.

Baca juga : La Tinro La Tunrung: Mungkin Karena Kebetulan, Bukan Karena Disengaja

Tak kalah hangat, Prabowo membalas dengan unggahan resmi di akun Instagram pribadinya. “Terimakasih Pak Presiden atas kehormatan undangannya dan atas kesaksian persahabatan yang menyatukan kedua negara kita,” tulis Prabowo sambil mengunggah 3 foto bersama Presiden Macron di acara Bastille Day dan makan malam.

Tak hanya diplomasi meja makan, Indonesia dan Prancis juga menggelar Indonesia France Business Breakfast Dialogue keesokan harinya (15/7/2025). Forum ini mempertemukan pejabat dan pengusaha dari kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, dan pembangunan prioritas.

Bahkan, untuk pertama kalinya digelar juga Strategic Cultural Dialogue yang mempertemukan menteri kebudayaan dari kedua negara. Isunya? Mulai dari pertukaran seniman, kolaborasi ekonomi kreatif, hingga promosi bersama pariwisata.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyebut kehangatan Macron terhadap Prabowo bukan basa-basi. “Ini bentuk penghormatan tinggi terhadap kepemimpinan Indonesia,” katanya.

Baca juga : Kaesang Berkelakar Jokowi Takut Daftar

Terlebih, Macron menyebut Prabowo “sahabat” dalam bahasa Indonesia dan memberikan pelukan hangat di panggung utama Bastille Day. Dave yakin hubungan hangat ini membuka peluang kerja sama strategis di sektor pertahanan, teknologi, pendidikan, hingga keamanan siber.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Dina Sulaeman menilai pendekatan Macron ke Prabowo bagian dari strategi baru Prancis dalam merangkul negara-negara Global South. “Macron memang akhir-akhir ini mencoba mengimbangi dominasi AS-NATO dengan pendekatan yang lebih inklusif,” ujarnya.

Apalagi, Prabowo kini memimpin Indonesia yang baru saja bergabung ke BRICS. “Dengan menunjukkan gestur hangat ke Prabowo, Macron sedang kirim sinyal bahwa Prancis siap menyambut dunia multipolar,” jelas Dina.

Tak cuma geopolitik, ada pula kepentingan ekonomi dan pertahanan. “Indonesia baru saja kontrak beli 42 jet tempur Rafale dari Prancis. Ini jadi salah satu kontrak militer terbesar Prancis di Asia Tenggara,” pungkas Dina. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.