Dark/Light Mode

Israel Serang Kota Damaskus, Presiden Sharaa: Jangan Coba Pecah Belah Suriah

Jumat, 18 Juli 2025 04:04 WIB
Petugas militer Suriah memeriksa puing bekas serangan udara 
Israel ke kompleks Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus, 
Rabu (16/7/2025). (Foto AP/ Ghaith Al Sayed)
Petugas militer Suriah memeriksa puing bekas serangan udara Israel ke kompleks Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus, Rabu (16/7/2025). (Foto AP/ Ghaith Al Sayed)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Interim Suriah Ahmad al Sharaa mengutuk serangan Israel ke Damaskus, ibu kota Suriah, Rabu (16/7/2025). Dia menuduh Israel sengaja mencari cara untuk mengacak-acak negaranya yang baru saja merasakan ketenangan pasca konflik yang berakhir pada Desember 2024.

Kantor berita Associated Press, Kamis (17/7/2025), memberitakan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Damaskus dan menghancurkan sebagian gedung Kementerian Pertahanan Suriah dan area dekat Istana Presiden.

Baca juga : Prabowo Sambut Presiden Brasil Bawa Ratusan Pebisnis ke Indonesia

Pemerintah Israel menyatakan, serangan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap pasukan Pemerintah Suriah yang menyerang komunitas Druze di Kota Suwayda, Selatan Suriah.

Selain itu, Israel juga menilai Presiden Sharaa sebagai anggota kelompok Islamis radikal yang membahayakan etnis minoritas. Sebab itu, Israel berjanji akan melindungi komunitas Druze, yang juga berada di wilayah Israel.

Baca juga : Prabowo Disambut Hangat Presiden Brasil Di Istana, Merah Putih Berkibar

“Saya tegaskan, kami akan melindungi hak dan kewajiban setiap rakyat Suriah. Jangan coba pecah belah kami lagi,” tegas Sharaa dalam siaran langsung di televisi lokal, Kamis (17/7/2025). Dia mengingatkan Israel tidak mencari alasan menyerang Suriah.

“Kami sudah biasa dengan perang. Kami tidak mau merasakan kekejaman itu lagi,” tegas Sharaa.

Baca juga : Pelatih Dewa United: Piala Presiden Buat Uji Coba Kekuatan

Menurutnya, Pemerintah Pusat sudah menunjuk petinggi Pemerintah dan perwakilan spiritual Druze untuk mengembalikan ketenangan di Suwayda.

Serangan Israel ini menjadi ancaman keamanan paling serius sejauh ini bagi kepemimpinan baru Suriah untuk mengkonsolidasikan kendali negara tersebut, setelah serangan pemberontak yang dipimpin kelompok-kelompok pemberontak Islam menggulingkan Presiden Bashar Assad pada Desember 2024.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.