Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ramai tren empeng (dot tanpa susu) untuk orang dewasa di China. Empeng ini mirip empeng bayi, tapi berukuran lebih besar. Mereka mengklaim ‘ngempeng’ dapat mengatasi stres.
Dilansir South China Morning Post (SCMP), banyak orang dewasa membeli produk ini secara daring (online). Harganya mulai dari 10-500 yuan (sekitar Rp 22 ribu-Rp 1 juta).
Baca juga : Kejagung Pelajari Pemberian Abolisi untuk Tom Lembong
Beberapa toko online bahkan mengklaim menjual lebih dari 2 ribu empeng dewasa per bulan. Produk ini tersedia dalam berbagai warna, desain dan bagian dot-nya biasanya transparan.
Klaim beberapa orang yang sudah mencoba, ngempeng bisa membantu mereka mengurangi stres, kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur. Ada juga yang mengatakan, empeng membantu mereka berhenti merokok dan memberikan rasa aman seperti di masa kecil.
Baca juga : Kejagung Juga Ajukan Banding Atas Vonis Tom Lembong
“Saat saya stres karena pekerjaan, saya mengisap empeng ini dan merasa seperti kembali ke masa kecil yang aman,” kata salah satu pembeli online, sebagaimana dikutip SCMP, Minggu (3/8/2025).
Namun, para dokter memperingatkan adanya potensi risiko kesehatan dari penggunaan empeng ini. Terutama jika empeng digunakan dalam jangka panjang. Menurut seorang dokter gigi di Chengdu bernama dr. Tang Caomin, penggunaan empeng dewasa dalam waktu lama bisa menyebabkan gangguan pada struktur mulut.
Baca juga : Kilang Pertamina Atasi Sampah, Warga Kutawaru Raup Cuan
Dampaknya, seperti kesulitan membuka mulut hingga nyeri saat mengunyah. Bahkan, ngempeng dapat mengubah posisi gigi dan postur rahang. “Dengan mengisap empeng selama lebih dari tiga jam sehari, posisi gigi Anda mungkin berubah setelah satu tahun,” kata dr. Tang.
Dia juga memperingatkan bahwa bagian empeng bisa terlepas dan tertelan atau terhirup saat tidur. Tentu itu sangat berbahaya. Psikolog bernama Zhang Mo dari Chengdu mengatakan, orang dewasa yang menggunakan empeng ada kemungkinan mencerminkan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya