Dark/Light Mode

Diungkapkan Dubes Pakistan

Indonesia Bisa Menjadi Mediator Konflik Kashmir

Kamis, 7 Agustus 2025 06:20 WIB
Dubes Pakistan untuk Indonesia Hafeez Chaudori berpidato dalama cara peringatan Youm-e-Istehsal (Hari Eksploitasi) di Kedutaan Besar Pakistan Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID)
Dubes Pakistan untuk Indonesia Hafeez Chaudori berpidato dalama cara peringatan Youm-e-Istehsal (Hari Eksploitasi) di Kedutaan Besar Pakistan Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Hafeez Chaudori mendorong Indonesia mengambil peran sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa wilayah Jammu dan Kashmir.

Hal itu disampaikan Dubes Chaudori dalam acara peringatan Youm-e-Istehsal (Hari Eksploitasi) yang digelar Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Selasa (5/8/2025). Peringatan ini menandai enam tahun sejak India mencabut status otonomi khusus Jammu dan Kashmir pada 5 Agustus 2019.

Acara tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Kashmir yang mengalami pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di wilayah yang oleh Pakistan disebut sebagai Indian Illegally Occupied Jammu and Kashmir (IIOJK).

Baca juga : Chelsea Olivia: Jantung Berdetak Saat Dekat Suami

“Indonesia memiliki posisi strategis di internasional dan dikenal sebagai negara yang aktif dalam diplomasi nonblok. Kami percaya Indonesia bisa memainkan peran penting dalam menyelesaikan masalah Kashmir secara damai,” harap Dubes Chaudori dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut, diputar sebuah film dokumenter yang menyoroti kondisi HAM di wilayah Jammu dan Kashmir. Dubes Chaudori menegaskan, Pakistan selalu berpihak pada perdamaian dan tidak pernah memulai perang.

Diplomat karier yang pernah bertugas di Canberra, Australia, itu menyebut, sengketa Kashmir bukan hanya persoalan antara India dan Pakistan. Melainkan menyangkut HAM bagi rakyat Kashmir untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Baca juga : Indonesia Ungguli Malaysia, Singapura Dan Thailand

Dia juga melihat permasalahan di Kashmir tak jauh berbeda dengan Palestina yang dijajah Israel. Dia pun menyerukan masyarakat internasional mendesak pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait penyelesaian konflik di Jammu dan Kashmir dengan India.

Salah satu resolusi yang dimaksud adalah Resolusi DK PBB Nomor 47 Tahun 1948 yang mengatur pemulihan perdamaian serta pelaksanaan plebisit (pemungutan suara) untuk menentukan nasib rakyat Jammu dan Kashmir.

“Kami ingin dunia, termasuk Indonesia mendorong India melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB dan memberikan hak menentukan nasib sendiri kepada rakyat Kashmir,” katanya.

Baca juga : Negosiasi Jalan Terus

Dubes Chaudori juga menyampaikan bahwa Pakistan terbuka berdialog, baik secara langsung dengan India maupun melalui forum multilateral seperti PBB.

“Bagi kami, ini bukan soal wilayah. Ini soal rakyat Kashmir. Hanya mereka yang berhak menentukan masa depan mereka,” tegasnya.

Di luar isu Kashmir, Dubes Chaudori juga membahas hubungan ekonomi dan perdagangan antara Pakistan dan Amerika Serikat (AS).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.