Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pasangan Marley Jaxx dan Steve Larsen menjual tiket seharga 1.000 dolar AS (sekitar Rp 16 juta) untuk menggelar pernikahan unik pada 1 Agustus 2025.
Dilansir The New York Post, dua pengusaha digital dari Idaho, Amerika Serikat (AS) itu menggelar acara pernikahan yang mewah dengan menghabiskan biaya sekitar 50.000 dolar AS (lebih dari Rp 800 juta). Total ada 270 tamu yang hadir.
Yang menarik, sebagian besar tamu acara tersebut bukanlah keluarga atau teman dekat. Kebanyakan orang asing yang membeli tiket pernikahan tersebut dari internet.
“Kami ini (menjual tiket) sepenuh hati dan bukan penipuan,” kata Jaxx.
Baca juga : Warga Antusias Berebut Tiket Peringatan HUT Ke-80 RI di Istana Kepresidenan
Biaya pernikahan yang mahal membuat mereka memutar otak. Mereka memanfaatkan pengikut (followers) Instagram Jaxx yang mencapai 21 ribu.
Awalnya ide menjual tiket hanya candaan Jaxx. Tapi ternyata, ide itu disambut antusias. Akhirnya, mereka menjual tiket untuk acara tiga hari penuh.
Tiket VIP dijual seharga 1.000 dolar AS dan sebanyak 30 orang membelinya. Ada juga tiket lebih murah seharga 57 dolar AS (Rp 920 ribu) untuk hadir di satu hari acara. Sementara untuk hadir di dua hari acara dikenakan biaya 97 dolar AS.
Kehadiran tamu tidak sia-sia, karena Jaxx dan Larsen menyediakan fasilitas tambahan. Ada booth yang menyediakan sesi konseling cinta, brunch kesehatan, terapi cahaya merah, hingga alat rehabilitasi energi. Pasangan itu juga menghadirkan musisi Jonathan Arons, musik dari Team Ragoza dan DJ Dynamix.
Baca juga : Pemain Asing Persib Antusias Lawan Klub Australia
Di pesta pernikahan tersebut, juga tersedia makanan brand kenamaan dari Stella’s Ice Cream, toko kue Michelle Sohan, dan kue kering Mama’s Secrets.
Pasangan itu mengklaim niat mereka bukan untuk mencari untung. Tetapi, mereka ingin orang melihat acara itu untuk kegiatan amal.
Dari tiket yang terjual, mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar 132.000 dolar (sekitar Rp 2,1 miliar). Tak hanya berhasil menutupi biaya pesta, duit yang terkumpul akan disumbangkan sebagian ke organisasi Village Impact untuk membantu pembangunan sekolah-sekolah di Afrika.
“Yang paling membahagiakan, uang itu bisa untuk membangun beberapa ruang kelas di Kenya,” tuturnya.
Baca juga : Denny JA Usung Make Pertamina Great Again, Targetkan 1 Juta Barel Per Hari
Pembangunan sekolah di Kenya rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya