Dark/Light Mode

Sekjen PBB Tunjuk Zagy Berian Jadi Penasihat Muda Bidang Iklim

Selasa, 12 Agustus 2025 13:00 WIB
Pendiri Society of Renewable Energy (SRE) Zagy Yakana Berian menyampaikan pandangan pada sidang Majelis Umum PBB soal percepatan implementasi SDG 7, menandai berakhirnya Dekade Energi Berkelanjutan untuk Semua (2014–2024). (Foto: SRE)
Pendiri Society of Renewable Energy (SRE) Zagy Yakana Berian menyampaikan pandangan pada sidang Majelis Umum PBB soal percepatan implementasi SDG 7, menandai berakhirnya Dekade Energi Berkelanjutan untuk Semua (2014–2024). (Foto: SRE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menunjuk Zagy Yakana Berian, sebagai anggota Youth Advisory Group on Climate Change, atau Penasihat Muda Bidang Iklim Sekjen PBB periode 2025–2026. Pendiri Society of Renewable Energy itu akan menjadi wakil Asia, memberi masukan langsung kepada Sekjen PBB untuk mempercepat aksi penanganan krisis iklim global.

Pengumuman ini bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Pemuda yang jatuh setiap 12 Agustus, sekaligus menjadi momen penting dalam mempercepat aksi iklim global.

Youth Advisory Group on Climate Change adalah wadah resmi bagi Sekjen PBB untuk menerima masukan praktis, perspektif beragam, dan rekomendasi konkret dari generasi muda untuk mendorong percepatan aksi iklim global.

Baca juga : Kunjungi KSTI 2025, Prabowo Saksikan Inovasi Anak Muda Di Bidang Sains-Teknologi

Tahun ini, bertepatan dengan 10 tahun Paris Agreement dan momentum strategis aksi iklim dunia, keanggotaan kelompok ini diperluas dari 7 menjadi 14 orang. Salah satu perwakilan Asia adalah Zagy Yakana Berian, pemimpin muda Indonesia yang fokus pada isu transisi energi dan keadilan iklim, terpilih langsung oleh Sekjen PBB di tengah tantangan menyempitnya ruang gerak sipil di berbagai negara. Pada saat pengumuman penunjukan di hari pemuda internasional, pemuda kelahiran Karawang, Jawa Barat itu berusia 27 tahun yang mendapatkan gelar sarjana teknik mesin di Institut Teknologi Bandung pada 2020.

 Zagy akan mengemban Amanah ini pada periode 2025-2026 atau 2 tahun masa jabatan.

"Pemuda memiliki keberanian dan visi yang menjadi kekuatan pendorong utama dalam menghadapi krisis iklim. Saya dengan bangga mengumumkan kelompok muda sebagai penasihat saya di bidang iklim untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan kepemimpinan pemuda dalam penanganan perubahan iklim," ujar Sekjen PBB António Guterres, Selasa (12/8/2025).  

Baca juga : Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dilantik Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Bergabungnya Zagy bukanlah kebetulan. Ia dikenal sebagai pendiri Society of Renewable Energy (SRE) — gerakan nasional yang melibatkan ribuan anak muda dari Sabang hingga Merauke untuk mendorong transisi energi bersih. Kiprahnya merambah ke tingkat internasional, mulai dari menjadi Regional Facilitator Youth Climate Justice Fund di Asia Selatan, merancang strategi keterlibatan pemuda dalam G20 Energy Transition Working Group bersama Kementerian ESDM, hingga aktif di SDG 7 Youth Constituency, IRENA Global Council, dan forum energi di ASEAN.

"Bagi saya, ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga penyemangat setelah enam tahun membangun inisiatif di sektor perubahan iklim. Penanganan krisis iklim membutuhkan kolaborasi, dan peran pemuda sangat penting untuk memastikan keterlibatan semua pihak, khususnya di sektor transisi energi di mana dunia telah berkomitmen mencapai Net Zero Emission pertengahan abad ini," ujar Zagy.

Di Indonesia, SRE yang digagasnya telah hadir di 51 kampus, menjadi jaringan pemuda terbesar di bidang energi terbarukan. Sebagai perwakilan Asia di periode ini, Zagy melanjutkan tongkat estafet dari perwakilan sebelumnya yang berasal dari India dan Filipina.

Baca juga : Palestina Merdeka Sudah Di Depan Mata

Selain Zagy, anggota Youth Advisory Group lainnya adalah: Angela Busheska (North Macedonia), Ashley Lashley (Barbados), Axel Eriksson (Sweden), Charitie Ropati (Amerika Serikat), Farzana Faruk Jhumu (Bangladesh), Jabri Ibrahim (Kenya), Kantuta Diana Conde (Bolivia), Lena Goings (Amerika Serikat), Marcel Bodewig (Jerman), Okalani Mariner (Samoa), Sibusiso Mazomba (Afrika Selatan), Txai Surui (Brasil), dan Zuzanna Borowska (Polandia). Profil lengkap bisa dikunjungi di laman resmi UN Climate Web.

Seluruh anggota dipilih melalui nominasi dari organisasi pemuda di seluruh dunia, mencerminkan keberagaman, inklusivitas, dan kepemimpinan generasi muda dalam aksi iklim global. Pengumuman ini telah diumumkan di laman resmi https://www.un.org/en/climatechange/youth-in-action/youth-advisory-group dan kanal khusus Sekjen PBB. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.