Dark/Light Mode

Pameran Persahabatan Australia–RI Dibuka Di Museum Benteng Vredeburg

Rabu, 13 Agustus 2025 06:17 WIB
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto Kedubes Australia Jakarta)
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto Kedubes Australia Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia mengadakan pameran persahabatan Australia Indonesia, Two Nations: A Friendship is Born di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (12/8/2025).

Australia Dukung Kemerdekaan RI

Pameran ini digelar bertepatan dengan peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Pameran menampilkan dokumentasi sejarah berupa foto, surat, laporan media, serta kisah warga Australia dan Indonesia yang bekerja sama dalam perjuangan kemerdekaan.

Australia tercatat sebagai negara pertama yang mengirim misi diplomatik ke Indonesia pasca-proklamasi 17 Agustus 1945. Negeri Kanguru itu, kemudian dipilih Indonesia sebagai perwakilannya dalam negosiasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akhirnya menghasilkan kemerdekaan.

Baca juga : Palestina Merdeka Semakin Menggema

Masyarakat Australia juga mendukung kemerdekaan Indonesia, seperti yang terlihat dalam blokade 'Armada Hitam' pada kapal Belanda oleh para pekerja Australia. Ada juga warga negara Australia yang secara sukarela membantu gerakan kemerdekaan Indonesia.

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyebut relasi kedua negara adakah kemitraan dengan tujuan bersama. Diplomat yang pernah ngampus di Universitas Hasanuddin itu menekankan, pameran ini adalah bentuk penghormatan atas solidaritas dan diplomasi yang telah terjalin sejak awal kemerdekaan.

"Sejak awal, hubungan kita adalah kemitraan dengan tujuan bersama. Sebuah ikatan antara masyarakat kita, sekaligus ikatan antara kedua bangsa kita. Pameran ini menceritakan kisah solidaritas, diplomasi, dan munculnya persahabatan erat antara kedua negara kita yang berlanjut hingga saat ini," kata Dubes Brazier saat membuka pameran tersebut.

Solidaritas Warga Australia untuk Imdonesia

Baca juga : Laga Persahabatan: Arsenal Menang Telak, Leeds United Imbang

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah Molly Bondan, penulis asal Australia yang pindah ke Yogyakarta pada 1947 dan mengabdikan hidupnya untuk perjuangan Indonesia.

Ada pula Tom Critchley, diplomat Australia yang berperan penting dalam proses penyerahan kedaulatan Indonesia. Pameran ini terbuka untuk umum hingga 10 September 2025.

Selain pameran, akan digelar pula kelas-kelas edukatif bersama museum mitra sebagai bagian dari rangkaian acara. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.