Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UEA Bantah Tuduhan Terbangkan Pasukan Bayaran Ke Sudan
Rabu, 13 Agustus 2025 12:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bantahan keras disampaikan oleh Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), bahwa pihaknya berada di balik pengiriman tentara bayaran Kolombia ke wilayah Darfur, Sudan.
Bantahan ini disampaikan berkaitan tudingan Angkatan Bersenjata Sudan, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menghancurkan pesawat UEA yang mengangkut tentara bayaran Kolombia dan akan dikirim ke wilayah Darfur.
Baca juga : Tiba Istana, Presiden Peru Dikawal Pasukan Berkuda
Sebelumnya, televisi Pemerintah Sudan pada Rabu (6/8/2025) melaporkan, sedikitnya 40 orang tewas akibat serangan udara terhadap pesawat asal UEA, yang mendarat di bandara Nyala, Darfur.
“Sekali lagi, tuduhan tak berdasar yang disebarkan oleh Otoritas Port Sudan ini sepenuhnya keliru, tidak berdasarkan bukti, dan merupakan kelanjutan dari upaya disinformasi dan pengalihan isu yang terus dilakukan oleh Otoritas Port Sudan,” ujar pernyataan resmi yang diterima RM.id, dari seorang pejabat UEA yang menolak identitasnya dipublikasi.
Baca juga : Ini Kunci Debutan Taklukkan Persebaya Surabaya
Otoritas Port Sudan atau Sea Ports Corporation (SPC) Sudan, adalah sebuah perusahaan negara independen yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pembangunan, dan pemeliharaan pelabuhan, pelabuhan laut, dan mercusuar di Sudan. Perusahaan ini didirikan pada 1974 oleh Pemerintah Sudan sebagai operator pelabuhan nasional.
Port Sudan sendiri adalah kota pelabuhan utama di Sudan, yang terletak di pantai Laut Merah. Kota ini juga merupakan ibu kota dari Negara Bagian Laut Merah. Selain pelabuhan, Port Sudan juga memiliki kilang minyak dan menjadi titik transit penting untuk perdagangan Sudan dan negara-negara tetangga yang terkurung daratan.
Baca juga : Batalkan Kenaikan Pajak 250 Persen, Bupati Pati Cari Simpati
Sangat penting ditekankan di sini, lanjut pejabat UEA tersebut, bahwa Otoritas Port Sudan merupakan salah satu pihak yang bertikai. Mereka membuat tuduhan ini, karena terlibat konflik dan sangat berkepentingan memanipulasi narasi.
“Tujuannya, demi mengamankan kepentingan pribadi mereka, menggagalkan proses perdamaian dan menghindari kewajiban moral, hukum, dan kemanusiaan untuk mengakhiri bencana perang saudara ini,” ujar pejabat tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya