Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UEA Bantah Tuduhan Terbangkan Pasukan Bayaran Ke Sudan
Rabu, 13 Agustus 2025 12:02 WIB
Sebelumnya
Hingga saat ini perang saudara masih terjadi di Sudan, antara Angkatan Bersenjata Sudan atau Sudanese Armed Forces (SAF), angkatan bersenjata resmi Republik Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, dan Pasukan Pendukung Cepat atau Rapid Support Forces (RSF), pasukan paramiliter yang sebelumnya dioperasikan oleh Pemerintah Sudan, yang dipimpin oleh Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti).
Perang saudara antara tentara nasional Sudan dan RSF telah berlangsung sejak April 2023, menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan warga sipil mengungsi dari daerah-daerah yang dilanda pertempuran.
Baca juga : Tiba Istana, Presiden Peru Dikawal Pasukan Berkuda
Konflik ini berakar dari perebutan kekuasaan antara kedua jenderal tersebut, terutama terkait rencana penggabungan RSF ke dalam angkatan bersenjata Sudan.
Sumber militer Sudan, seperti dikutip dari AFP menyebut, pesawat milik UEA dibom dan hancur total saat mendarat di bandara Nyala.
Baca juga : Ini Kunci Debutan Taklukkan Persebaya Surabaya
Tentara Sudan, yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah Al Burhan, menuduh UEA mendukung RSF sejak perang saudara pecah pada April 2023. Dukungan tersebut, menurut militer, mencakup pengiriman senjata canggih hingga pesawat nirawak (drone) ke wilayah konflik melalui bandara-bandara di Darfur. Namun, UEA berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Berbagai laporan dari pakar PBB, pejabat Amerika Serikat, dan organisasi internasional yang menyebut dugaan peran UEA dalam konflik Sudan, juga dibantah keras.
Baca juga : Batalkan Kenaikan Pajak 250 Persen, Bupati Pati Cari Simpati
"Adalah hal yang sangat serius ketika pihak yang secara langsung terlibat dalam permusuhan melontarkan tuduhan semacam ini. Mereka memiliki insentif kuat untuk memanipulasi narasi yang berkembang," tegas si pejabat UEA. Sebagai informasi, Bandara Nyala di Darfur diketahui menjadi salah satu titik strategis dalam konflik bersenjata antara militer Sudan dan RSF. Belakangan, bandara Nyala bahkan berkali-kali mendapat serangan udara oleh pasukan Pemerintah Sudah. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya