Dark/Light Mode

Dubes UEA Abdulla Salem AlDhaheri Komit Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

Kamis, 14 Agustus 2025 04:15 WIB
Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di acara roadshow perdana Made for Trade Live (MFTL) oleh DMCC (Dubai Multi Commodities Centre) di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
(Foto Kedubes UEA)
Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di acara roadshow perdana Made for Trade Live (MFTL) oleh DMCC (Dubai Multi Commodities Centre) di Jakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto Kedubes UEA)

RM.id  Rakyat Merdeka - UNI Emirat Arab (UEA) berkomitmen meningkatkan hubungan ekonomi dengan Indonesia. Khususnya dalam bidang energi, pertanian, teknologi dan ekonomi Islam.

Hal ini mencuat dalam penyelenggaraan roadshow perdana Made for Trade Live (MFTL) oleh DMCC (Dubai Multi Commodities Centre) di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, acara ini merupakan langkah penting untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. MFTL diselenggarakan DMCC bekerja sama dengan Kedutaan Besar UEA di Jakarta dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

“Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini pintu gerbang bagi mitra Indonesia untuk melihat langsung peluang yang ditawarkan UEA untuk hidup, bekerja, berinvestasi dan meraih kesuksesan,” kata Dubes AlDhaheri dalam sambutannya.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Tingkatkan Pemahaman Keluarga Soal Pentingnya Gizi Seimbang

Sang diplomat mengatakan, hubungan ekonomi UEA dengan Indonesia diperkuat kedekatan hubungan antar-pemimpin negara. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengunjungi UEA sebanyak dua kali untuk bertemu Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Kendati begitu, Dubes AlDhaheri menekankan, kekuatan sejati terletak pada hubungan antara masyarakat dan pelaku bisnis kedua negara.

“UEA tetap teguh dalam komitmennya memperkuat kemitraan dengan Indonesia di bidang perdagangan, investasi dan inovasi. Kedutaan Besar UEA di Jakarta siap memberikan dukungan penuh kepada semua mitra yang berupaya memajukan visi bersama ini,” jelasnya.

Acara ini dihadiri lebih dari 150 pemimpin bisnis dan pemangku kepentingan Pemerintah Indonesia. Kedua belah pihak menyoroti peningkatan signifikan kehadiran perusahaan Asia Tenggara di DMCC, dengan pertumbuhan 13 persen dalam 12 bulan terakhir.

Baca juga : Prabowo Gelar Sidang Kabinet, Menteri Kompak Kenakan Kemeja Putih

Kini, lebih dari 650 perusahaan Asia Tenggara beroperasi di kawasan bisnis DMCC. Di antara jumlah tersebut, terdapat lebih dari 30 perusahaan asal Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) DMCC Ahmed Bin Sulayem menjelaskan, UEA dan Indonesia telah mencatat lonjakan besar dalam perdagangan non-migas sejak berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) pada 2023. Sementara, perdagangan nonmigas bilateral mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS pada tahun 2024 (sekitar Rp 80 triliun).

“Hampir dua kali lipat dari lima tahun lalu. DMCC kini mewakili sekitar 20 persen dari total kehadiran bisnis Indonesia di UEA,” katanya.

CEPA diproyeksikan dapat menggandakan nilai perdagangan bilateral menjadi 10 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan (sekitar Rp 160 triliun). Menurut Sulayem, ini menciptakan momentum baru bagi investasi lintas sektor.

Baca juga : Dubes RI Untuk Sri Lanka Dewi Tobing Bahas Kerja Sama Agribisnis Dengan Mentan

Selain itu, DMCC juga memperkenalkan perkembangan terbaru dari anak perusahaannya, Dubai Gold & Commodities Exchange (DGCX). Perusahaan tersebut mencatat lonjakan 200 persen nilai kontrak Emas Spot berbasis syariah hingga mencapai 46,8 juta dolar AS (sekitar Rp 748,8 miliar).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.