Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Meriahnya Agustusan Di Cape Town, Ada Potong Tumpeng Hingga Tarik Tambang
Selasa, 19 Agustus 2025 16:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan, tidak mau ketinggalan merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Minggu (17/8/2025).
Agustusan kali ini dimulai dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman KJRI Cape Town. Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Cape Town, termasuk keluarga kawin campur, para Anak Buah Kapal (ABK) yang tengah bersandar, serta rombongan wisatawan Indonesia yang sedang berkunjung meramaikan acara ini.

Acara berlangsung lacar ditemani cerahnya sinar matahari pagi. Dalam keterangan tertulis KJRI Cape Town, Selasa (19/8/2025), setelah upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur, serta beragam perlombaan dan pertandingan yang diikuti antusias oleh masyarakat dari berbagai usia.
Pemotongan tumpeng menjadi simbol ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia.

Baca juga : AS Bersiap Sambut Putin Di Alaska, Trump: Pertemuan Ini Untuk Cek Ombak
Potongan tumpeng diserahkan kepada berbagai perwakilan: pengibar bendera sebagai simbol nasionalisme, anak-anak sebagai generasi penerus, ibu-ibu sebagai inspirasi penggerak kemajuan bangsa, serta penerima Satyalencana Karyasatya 20 dan 10 tahun sebagai simbol pengabdian.
Dalam acara tumpengan, Konsul Jenderal Indonesia di Cape Town Tudiono menegaskan, kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan panjang dengan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan.
Dia juga mengingatkan tentang jejak para pejuang Nusantara yang diasingkan ke Afrika Selatan karena melawan penjajah, di antaranya Syekh Yusuf Al-Makassari (1694) dan Tuan Guru dari Tidore (1780).
"Kehadiran mereka di Cape Town tidak hanya melanjutkan perjuangan, tetapi juga menginspirasi masyarakat Afrika Selatan dalam menentang kolonialisme," ujarnya.

Baca juga : Cek Penyaluran BSU Di Mataram, Wapres Minta Distribusi Hingga Daerah Terpencil
Atas jasa dan pengaruhnya, lanjutnya, Syekh Yusuf bahkan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Afrika Selatan pada 2005 oleh Presiden Oliver Reginald Tambo.
“Sebagai warga bangsa, mari kita jaga persatuan, kerukunan, dan kekompakan. Walaupun tapak kaki kita jauh dari tanah air, hati kita tetap untuk Indonesia,” pesan Tudiono.
Perayaan Hari Kemerdekaan makin meriah dengan berbagai lomba khas, mulai dari memasak nasi goreng khusus pria dewasa, tarik tambang pria dan wanita, rebutan kursi diiringi musik, hingga lomba jalan kelereng beregu. Untuk anak-anak, panitia menyelenggarakan lomba baca puisi, menggambar, mewarnai, serta makan kerupuk yang diselingi joget.

Selain itu, diadakan pula pertandingan pingpong pria dan wanita. Beberapa pekan sebelumnya, KJRI telah lebih dahulu menggelar kompetisi badminton dan bowling yang juga ramai diikuti masyarakat serta ABK yang singgah di Cape Town.
Rumah Singgah ABK WNI
Baca juga : Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Di Musim Liburan
Cape Town dikenal sebagai salah satu rumah singgah bagi ABK WNI. Setiap tahun, tercatat sekitar 2.000–3.000 ABK bersandar di pelabuhan kota ini. Pada peringatan HUT RI kali ini, ada 61 ABK ikut serta secara aktif, berasal dari kapal-kapal seperti Tong Young 808, Eun Hae 108, Eun Hai 101, Eun Hai 107, Eun Hai 109, Helena Ndume, Global Pesca, More, dan Lance.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya