Dark/Light Mode

Frustrasi Australia & Prancis Cs Mau Akui Palestina

Netanyahu Sentil Presiden Macron Dan PM Albanese

Kamis, 21 Agustus 2025 05:55 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto US Congress)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto US Congress)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu makin frustrasi. Dia meluapkan amarahnya kepada pemimpin negara-negara sahabat yang ingin mengakui Negara Palestina.

Sejumlah negara akan mengikuti langkah Prancis mengakui Palestina sebagai negara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. Antara lain Inggris, Kanada, dan Australia.

Netanyahu menyebut PM Australia Anthony Albanese sebagai politikus lemah karena mau mengakui Negara Palestina. Albanese pada 11 Agustus lalu memastikan negaranya akan mengumumkan pengakuan negara Palestina pada Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, AS.

Baca juga : Palestina Merdeka Semakin Menggema

“Sejarah akan mengingat Albanese sebagai politikus lemah yang mengkhianati Israel dan menelantarkan orang-orang Yahudi Australia,” cuit Netanyahu di akun X resmi Kantor PM Israel, Selasa (19/8/2025).

Menanggapi amarah tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Tony Burke menyindir Netanyahu yang seperti kehilangan kawan.

“Itu suara pemimpin yang frustrasi. Kekuatan sebuah negara tidak dibuktikan dengan berapa banyak manusia yang Anda ledakkan,” sindir Burke dilansir Reuters, Rabu (20/8/2025).

Baca juga : September 2025, Kanada Akui Palestina, Ikuti Jejak Prancis Dan Inggris

Australia merupakan salah satu negara sekutu Israel. Melbourne bahkan pernah menjadi kota yang menampung korban Holocaust terbanyak pada 1950-an. Kini, melihat gempuran pasukan Israel yang tidak pandang bulu di Jalur Gaza, Palestina, membuat Australia berubah pandangan kepada Tel Aviv.

Netanyahu juga memarahi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sengaja mengompori gerakan antisemitisme dengan langkahnya yang akan mengakui Negara Palestina.

“Pengakuan ini hadiah kepada kelompok teror Hamas dan dapat mengancam orang Yahudi di Prancis. Kebencian terhadap Yahudi kini berkeliaran di jalanjalan negara Anda,” bunyi surat Netanyahu kepada Macron, Selasa (19/8/2925).

Baca juga : Produsen Raksasa Alutsista Prancis Komit Dukung Sistem Pertahanan Indonesia

Menanggapi keluhan Netanyahu, Menteri Urusan Eropa Prancis Benjamin Haddad menuturkan, negaranya tidak perlu diajari dalam perjuangan melawan antisemitisme.

“Kami paham bagaimana bahayanya antisemitisme. Isu itu tidak boleh dieksploitasi,” ujar Haddad.

Selain Prancis, negara lain yang juga akan mengakui Negara Palestina pada September adalah Kanada dan Inggris. Jika sudah resmi mengakui kedaulatan Palestina, total akan ada 145 negara dari 193 anggota PBB yang mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.