Dark/Light Mode

Di Depan Modi, Putin Hingga Erdogan, Xi Ajak SCO Lawan Mental Perang Dingin

Senin, 1 September 2025 12:10 WIB
Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, berfoto bersama dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di Meijiang Convention and Exhibition Center di Tianjin, China utara, Minggu (31/8/2025), di sela-sela jamuan makan malam untuk menyambut para pemimpin negara yang datang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization. (Foto Xinhua/Huang Jingwen)
Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, berfoto bersama dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di Meijiang Convention and Exhibition Center di Tianjin, China utara, Minggu (31/8/2025), di sela-sela jamuan makan malam untuk menyambut para pemimpin negara yang datang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization. (Foto Xinhua/Huang Jingwen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan pemimpin dunia berkumpul di Tianjin, China, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang digelar pada 31 Agustus–1 September 2025. Pertemuan ini menjadi panggung strategis bagi China untuk menunjukkan pengaruhnya, terutama di negara-negara berkembang.

Presiden Rusia Vladimir Putin, PM India Narendra Modi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko termasuk di antara lebih dari 20 kepala negara yang hadir. Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres dan sejumlah pemimpin organisasi internasional turut diundang.

Dalam pidatonya, Presiden Xi Jinping mengajak negara-negara SCO menolak mentalitas Perang Dingin. Dia juga dan mendorong multipolarisasi dunia yang lebih adil dan teratur.

Dia juga menjanjikan bantuan 2 miliar yuan (280 juta dolar AS) kepada negara-negara anggota tahun ini dan 10 miliar yuan (1,4 miliar dolar AS) sebagai pinjaman kepada konsorsium perbankan SCO.

Baca juga : Dari Laporan Kinerja Hingga Pidato Kenegaraan, Sidang Tahunan MPR RI 2025 Siap Digelar

"Melihat ke belakang, meskipun mengalami masa-masa sulit, kita telah mencapai kesuksesan dengan mempraktikkan semangat Shanghai," kata Xi.

"Melihat ke masa depan, dengan dunia yang sedang mengalami turbulensi dan transformasi, kita harus terus mengikuti semangat Shanghai, tetap berpijak di bumi, terus maju, dan menjalankan fungsi-fungsi organisasi dengan lebih baik."

SCO adalah organisasi kerja sama regional yang awalnya didirikan oleh China, Rusia, dan empat negara Asia Tengah pada tahun 2001, yaitu Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Kini, anggotanya telah berkembang termasuk Indonedia,  India, Pakistan, Iran, dan Belarus. 

Organisasi ini kian dipandang sebagai alternatif dari sistem internasional yang didominasi Amerika Serikat.

Baca juga : Dari Nikel hingga Nuklir, ESDM Siapkan Peta Jalan Energi 2060

Kehadiran Modi menjadi sorotan, mengingat ketegangan India-China di perbatasan Himalaya pada 2020. Namun, kedua negara telah menandatangani kesepakatan damai tahun lalu.

Meski begitu Modi diperkirakan tidak akan mengikuti parade militer Victory Day di Beijing pada 3 September, yang digelar untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Asia.

Parade tersebut akan menampilkan kekuatan militer China secara besar-besaran, termasuk pesawat tempur, tank, dan sistem anti-drone. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un juga dijadwalkan hadir, menjadikan ini sebagai pertemuan internasional pertamanya sejak pandemi.

Namun, parade ini menuai kritik dari Jepang yang menilai acara tersebut mengandung unsur “anti-Jepang”. Negara-negara Barat pun diperkirakan absen, terutama karena konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Baca juga : Toyota Perluas Eco Youth Hingga Sabang, Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan

Parade ini juga akan menjadi pertama kalinya struktur militer baru China dipertontonkan ke publik secara utuh. Akan ada puluhan ribu tentara yang berbaris rapi di Lapangan Tiananmen, termasuk veteran perang dan pasukan dari 45 unit militer China. Parade ini akan berlangsung selama sekitar 70 menit dan diawasi Xi.

Banyak pemimpin negara Barat diperkirakan tidak akan hadir dalam parade ini karena konflik mereka dengan Rusia terkait perang di Ukraina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.