Dark/Light Mode

Dubes Selandia Baru Phillip Taula Gandeng BNN, Berantas Kejahatan Narkotika

Sabtu, 13 September 2025 06:57 WIB
Dubes Selandia Baru Phillip Taula (ketiga kekiri), Kepala BNN Suyudi Ario Seto (tengah), Atase Kepolisian 
Selandia Baru Paul Borrell (kedua kekiri), Penasihat Kepolisian, Politik, dan Keamanan Kedutaan Besar 
Selandia Baru Awan Poesoro (paling kiri), Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN Agus Irianto (ketiga 
kanan), Plt. Deputi Pemberantasan Narkotika Budi Wibowo (kedua kanan), dan Direktur Interdiksi BNN 
Tery Zakiar Muslim (paling kanan) di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/9/2025). (Foto BNN RI)
Dubes Selandia Baru Phillip Taula (ketiga kekiri), Kepala BNN Suyudi Ario Seto (tengah), Atase Kepolisian Selandia Baru Paul Borrell (kedua kekiri), Penasihat Kepolisian, Politik, dan Keamanan Kedutaan Besar Selandia Baru Awan Poesoro (paling kiri), Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN Agus Irianto (ketiga kanan), Plt. Deputi Pemberantasan Narkotika Budi Wibowo (kedua kanan), dan Direktur Interdiksi BNN Tery Zakiar Muslim (paling kanan) di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/9/2025). (Foto BNN RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Selandia Baru menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia dalam bidang pemberantasan narkotika. Hal ini disampaikan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Taula saat bertemu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/9/2025). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks dan bersifat transnasional.

Taula yang resmi bertugas di Indonesia pada 6 Mei 2025, hadir bersama Atase Kepolisian Selandia Baru Paul Borrell dan Penasihat Politik-Keamanan Awan Poesoro.

“Saya ingin mengenal BNN lebih dekat dan meningkatkan kerja sama, khususnya dalam bidang penanganan narkotika,” ujar Taula, dikutip dari website BNN RI.

Baca juga : Lima Hal Tentang Pencabutan Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Mpox

Dalam pertemuan tersebut, Taula juga menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari BNN dan mengucapkan selamat atas pengangkatan Suyudi sebagai Kepala BNN. Dia menekankan pentingnya diplomasi antar-lembaga sebagai fondasi kerja sama yang berkelanjutan.

Selandia Baru dan Indonesia telah menjalin sejumlah kerja sama. Antara lain program pertukaran polisi wanita pada 2007 dan pelatihan anggota BNN di New Zealand Police Dog Training School pada 2017.

Pemerintah Selandia Baru berharap, inisiatif-inisiatif tersebut dapat diperluas dan diperkuat melalui program-program baru yang lebih konkret.

Baca juga : Dubes Belarus: Pertemuan Prabowo & ALexander Jadi Momen Bersejarah

Kepala BNN RI menyambut baik itikad tersebut. Dia menegaskan bahwa kerja sama internasional sangat dibutuhkan. Terutama dalam menghadapi modus operandi baru jaringan narkotika yang memanfaatkan teknologi seperti cryptocurrency dan aktivitas di dark web.

“Kerja sama ini penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi investigasi. Kami berharap ada lebih banyak pelatihan dan pertukaran informasi,” ujar Suyudi.

Audiensi ini membuka ruang lebih luas untuk merancang program-program strategis yang tidak hanya memperkuat hubungan bilateral. Tetapi juga menjadi langkah bersama dalam memerangi kejahatan narkotika lintas negara.

Baca juga : Mendagri Minta Pemda Gandeng Kadin Daerah Tingkatkan Ekonomi Lokal

Turut hadir mendampingi Kepala BNN dalam pertemuan tersebut, yakni Deputi Hukum dan Kerja Sama Agus Irianto, Plt. Deputi Pemberantasan Budi Wibowo, dan Direktur Interdiksi Tery Zakiar Muslim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.