Dark/Light Mode

142 Negara Mendukung

Deng Ical Desak Resolusi PBB Negara Palestina Bukan Hanya Wacana

Senin, 15 September 2025 18:37 WIB
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Syamsu Rizal. (Foto Istimewa)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Syamsu Rizal. (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, yang akrab disapa Deng Ical, menyuarakan dukungan tegas terhadap resolusi terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Dia menekankan bahwa resolusi yang telah disetujui mayoritas negara anggota PBB tersebut tidak boleh berhenti pada tingkat wacana diplomatik semata, tetapi harus diikuti dengan langkah konkret dan implementasi nyata.

Resolusi tersebut disahkan melalui voting di Markas Besar PBB, New York, Jumat, 12 September 2025, dan mendapat dukungan dari 142 negara anggota. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas komunitas internasional memiliki pandangan serupa mengenai perlunya penyelesaian damai dan adil terhadap konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

“Dukungan internasional ini adalah momentum penting yang tidak boleh disia-siakan. Resolusi PBB tidak boleh hanya menjadi dokumen politik yang disimpan di arsip, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata demi terwujudnya negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan setara,” ujar Deng Ical saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Korban Sipil di Gaza Terus Bertambah, Dunia Tak Boleh Diam

Dalam keterangannya, Deng Ical juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memburuk. Dia menyoroti ribuan korban jiwa akibat serangan Israel. Mayoritas adalah warga sipil tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Apa yang terjadi di Gaza saat ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Tidak ada alasan apa pun yang bisa membenarkan serangan terhadap warga sipil. Ini bukan lagi soal konflik politik, tetapi sudah masuk dalam ranah pelanggaran HAM internasional,” katanya.

Baca juga : Indonesia Terdepan Bela Palestina Merdeka

Deng Ical menegaskan bahwa perang di Gaza harus segera dihentikan, dan masyarakat internasional tidak boleh tinggal diam menyaksikan penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung dari generasi ke generasi.

“Konflik ini telah berlangsung terlalu lama. Jika tidak dihentikan sekarang, akan ada generasi baru yang tumbuh dalam siklus kekerasan, kebencian, dan trauma. Dunia internasional harus bertindak tegas dan konsisten untuk menghentikan penjajahan ini,” imbuhnya.

Solusi Dua Negara Dinilai Jalan Terbaik untuk Perdamaian

Menurut Deng Ical, satu-satunya jalan yang adil dan realistis untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina adalah dengan mewujudkan solusi dua negara. Dalam konsep ini, Israel dan Palestina diakui sebagai dua negara yang merdeka, berdaulat, dan hidup berdampingan secara damai dan setara.

“Solusi dua negara adalah solusi yang telah lama digaungkan PBB dan masyarakat internasional. Sekarang saatnya untuk merealisasikannya. Tidak ada masa depan untuk perdamaian jika Palestina terus dijajah dan hak-haknya dirampas,” tegas Deng Ical.

Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu juga menilai, penolakan terhadap solusi dua negara hanya akan memperpanjang penderitaan, memicu konflik lanjutan, dan menghambat stabilitas di kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Indonesia Dinilai Punya Peran Strategis dalam Isu Palestina

Baca juga : Desakan AS Akui Negara Palestina Makin Nyaring

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical turut mendorong Pemerintah Indonesia agar tidak mengendurkan komitmennya terhadap kemerdekaan Palestina. Menurutnya,  Indonesia memiliki posisi moral, historis, dan politik yang sangat kuat dalam perjuangan ini, mengingat Konstitusi secara eksplisit menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi.

“Indonesia adalah negara yang sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina, dan hal itu tidak bisa dinegosiasikan. Kita harus tetap menjadi pelopor diplomasi internasional yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” ucapnya.

Deng Ical menegaskan bahwa dukungan Indonesia tidak hanya dibutuhkan di panggung politik global, tetapi juga berupa bantuan kemanusiaan, kerja sama bilateral, serta peran aktif dalam forum-forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) hingga PBB.

Apresiasi untuk 142 Negara Pendukung Palestina

Lebih lanjut, Deng Ical menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 142 negara anggota PBB yang memberikan suara dalam mendukung resolusi untuk Palestina. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata dari solidaritas internasional terhadap perjuangan kemerdekaan dan hak asasi manusia. 

“Ini bukan hanya persoalan Palestina atau Timur Tengah. Ini adalah ujian bagi dunia, apakah kita benar-benar memegang prinsip keadilan global, atau hanya sekadar bermain retorika politik. Dukungan 142 negara ini adalah bukti bahwa hati nurani masih hidup di dunia internasional,” ujarnya.

Perlu Mekanisme Pengawasan dan Implementasi Resolusi

Baca juga : Ketum MUI Desak PBB Segera Tetapkan Palestina Sebagai Negara Berdaulat

 Menutup pernyataannya, Deng Ical menekankan pentingnya mekanisme pengawasan internasional agar resolusi PBB tidak hanya menjadi simbolik. Dia menyerukan pembentukan badan atau misi khusus PBB yang bertugas memantau implementasi resolusi dan mendorong proses diplomasi aktif antara kedua pihak.

“Resolusi akan sia-sia jika tidak ada langkah lanjutan. PBB harus membentuk satuan kerja atau misi khusus untuk memastikan bahwa proses menuju solusi dua negara bisa dijalankan, dan tidak terus-menerus digagalkan oleh satu pihak,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.