Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo Subianto tiba di Osaka. Di negeri Sakura itu, Prabowo langsung menuju Expo 2025 Osaka. Pameran terbesar dunia. Di sana, setiap negara ingin pamer: teknologi, budaya, masa depan. Ada 158 negara ikut. Indonesia tentu tidak mau kalah.
Apa yang ditawarkan Indonesia?
Sebuah kapal raksasa. Bentuk paviliun kita memang kapal. Kapal yang mengingatkan dunia bahwa Indonesia adalah bangsa bahari. Tapi kapal itu bukan sekadar desain arsitektur. Ini adalah narasi. Ini adalah simbol perjalanan, dari masa lalu yang maritim, menuju masa depan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Filosofinya diambil dari Bali: Tri Hita Karana, harmoni manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, manusia dengan alam. Sebuah filosofi yang terasa begitu relevan saat dunia sibuk membicarakan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Prabowo terlihat sumringah meninjau paviliun itu. Ia menyapa pengunjung. Menyentuh kehidupan budaya, kuliner, dan biodiversitas yang ditampilkan. Dari rendang sampai tari-tarian, dari hutan tropis sampai inovasi digital. Semua dikemas dalam empat zona. Katanya, setiap hari ada 30 ribu orang yang datang.
Baca juga : Prabowo Tunjuk Dony Oskaria Jadi Plt Menteri BUMN
Dan tentu, bukan hanya tentang wisata. Ada berita besar dari balik layar: Indonesia mengantongi komitmen investasi senilai 23,8 miliar dolar AS. Angka yang diumumkan langsung oleh Bappenas.
Rachmat Pambudy, Menteri Bappenas, menyebut ini sebagai modal besar untuk mempercepat transformasi menuju Indonesia Maju. Investasi itu akan mulai direalisasikan tahun depan, 2026. Dan Bappenas-lah yang akan jadi koki dapurnya: meramu investasi itu agar tidak hanya jadi angka di atas kertas, tapi menjelma menjadi proyek nyata.
Paviliun di Osaka tidak hanya tentang pariwisata tetapi juga investasi, Orang datang ke paviliun, melihat kapal raksasa, lalu menaruh uangnya di Indonesia.
Begitulah strategi diplomasi kita hari ini.
Selesai dari Osaka, Prabowo tidak langsung pulang ke Jakarta. Ia langsung terbang ke New York. Menggunakan Garuda Indonesia-1. Dari Kansai menuju JFK. Jadwalnya padat. Besoknya, ia akan berdiri di podium Sidang Umum PBB.
Baca juga : Dari Warga untuk Negara
Apa yang akan ia bicarakan di sana?
Dunia menunggu. Di New York, panggungnya jauh lebih besar. Prabowo akan bicara soal perdamaian, soal kerja sama global, dan tentu soal kepentingan Indonesia.
Dari Osaka ke New York, benang merahnya jelas: diplomasi.
Di Jepang, Prabowo memainkan diplomasi pariwisata dan investasi. Menunjukkan wajah Indonesia yang ramah, inklusif, dan kaya. Di Amerika, ia akan memainkan diplomasi politik dan perdamaian. Menegaskan Indonesia bukan sekadar penonton di panggung global, tapi aktor yang ikut menentukan arah masa depan.
Osaka menjadi semacam “panggung pemanasan.” New York adalah “konser utamanya.”
Baca juga : Prabowo Rombak Kabinet, Djamari Jadi Menko Polkam, Erick Geser Ke Menpora
Dan kalau dipikir-pikir, ada satu hal menarik. Diplomasi Indonesia kini tidak lagi melulu soal politik. Ada sentuhan budaya. Ada sentuhan kuliner. Ada sentuhan pariwisata. Bahkan ada sentuhan arsitektur dalam bentuk kapal besar itu.
Prabowo di Osaka, Prabowo di New York. Dua kota, dua panggung. Satu pesan: Indonesia ingin hadir, bukan hanya hadir. Indonesia ingin bicara, bukan hanya mendengar. Indonesia ingin dipercaya, bukan hanya diperhatikan.
Taufan Rahmadi
Analis Kebijakan BA Center, Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata
Analis Kebijakan BA Center, Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya