Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hari Pariwisata Sedunia 2025 : Catatan Untuk Masa Depan Indonesia
Sabtu, 27 September 2025 16:46 WIB
Hari ini dunia merayakan Hari Pariwisata Sedunia. Temanya: “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan.”
Kedengarannya berat, ya. Tapi kalau dipikir-pikir, intinya sederhana: pariwisata itu bukan cuma jalan-jalan. Pariwisata itu jalan bersama. Jalan menuju perubahan.
Saya jadi ingat Bali. Pulau Dewata yang jadi mimpi banyak orang di dunia. Setiap sudutnya indah. Tapi siapa yang menyangka, keindahan itu bisa terganggu hanya karena tata ruang yang keliru. Air yang dulu meresap ke tanah, sekarang berlari jadi banjir.
Atau Raja Ampat. Surga laut terakhir di muka bumi. Orang datang jauh-jauh hanya untuk menyelam. Tapi, di saat yang sama, ada tambang yang mengintip peluang. Kita pun dihadapkan pada pertanyaan sederhana tapi berat, kita mau pilih cuan jangka pendek, atau kehidupan jangka panjang?
Baca juga : Marty Natalegawa: Dunia dan Prabowo Satu Suara Soal Palestina
Begitu juga dengan Pulau Padar. Saya pernah ke sana. Pagi harinya kabut tipis turun, komodo keluar pelan-pelan, nelayan sudah siap melaut. Itu suasana asli. Tapi sekarang mulai terganggu oleh rencana pembangunan resort mewah. Komodo kehilangan rumah, nelayan kehilangan ruang.
Saya tidak sedang mengeluh. Tidak juga mau menyalahkan. Justru saya ingin bilang, inilah tantangan kita bersama. Tantangan untuk membuktikan bahwa pariwisata bisa tumbuh tanpa merusak. Bahwa kita bisa kaya tanpa harus miskin di masa depan.
UNWTO bilang, pariwisata itu jembatan antarbudaya. Betul. Tapi bagi saya, pariwisata itu juga cermin. Ia memantulkan wajah kita yang sebenarnya. Kalau pariwisata kita ramah, wajah bangsa kita juga ramah. Kalau pariwisata kita hanya soal angka kunjungan, ya wajah kita adalah sebatas wajah angka statistik, bukan wajah yang menghadirkan kesejahteraan.
Saya lihat data. Antara 2019 sampai 2024, ada lebih dari 2.300 investasi asing di sektor pariwisata. Nilainya: 126 miliar dolar AS. Besar sekali. Tapi saya selalu bertanya, apakah dana sebanyak itu juga mengalir sampai ke desa-desa wisata? Sampai ke UMKM kecil yang menjual kerajinan di pinggir jalan? Atau berhenti di gedung-gedung tinggi kota besar?
Baca juga : Elnusa Journalistic Award 2025 Perkuat Sinergi Untuk Kemajuan Energi Indonesia
Pariwisata itu bukan soal banyak-banyakan turis. Bukan juga soal megah-megahan bangunan yang merusak tata ruang, Pariwisata itu soal manfaat. Apakah lingkungan dan kelestarian alam tetap terjaga, Apakah masyarakat adat lebih sejahtera? Apakah perempuan punya ruang lebih luas untuk berkarya? Apakah anak muda punya pekerjaan yang lebih baik?
Presiden Prabowo pasti tahu, pariwisata ini bukan sektor pinggiran. Sektor ini bisa jadi wajah utama Indonesia di mata dunia, dan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat untuk mencapai target 8% seperti yang dicita-citakan.
Tapi syaratnya jelas, kita harus jalan bersama. Pemerintah, swasta, masyarakat lokal, wisatawan, media. Semua.
Hari ini, Hari Pariwisata Sedunia 2025, bisa jadi momentum itu. Momentum untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu. Bahwa pariwisata kita bukan hanya tempat indah untuk difoto, tapi juga jalan bersama menuju masa depan yang berkelanjutan.
Baca juga : 6 Anjuran Di Hari Paru Sedunia 2025
Akhirnya, pariwisata bukan tentang berapa banyak orang datang. Tapi tentang berapa banyak kehidupan yang berubah menjadi lebih baik.
Taufan Rahmadi
Dewan Pakar dan Analis Kebijakan Bidang Pariwisata BACenter ,
Dewan Pakar dan Analis Kebijakan Bidang Pariwisata BACenter ,
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya