Dark/Light Mode

Wawancara Eksklusif Dengan Wapres Swiss Guy Bernard Parmelin

Swiss Dukung RI Gabung OECD

Jumat, 3 Oktober 2025 07:25 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Swiss Guy Bernard Parmelin. (Foto: Dok. Kedutaan Besar Swiss Di Indonesia)
Wakil Presiden (Wapres) Swiss Guy Bernard Parmelin. (Foto: Dok. Kedutaan Besar Swiss Di Indonesia)

 Sebelumnya 
Melalui kerja sama pembangunan ekonomi, Swiss telah berkontribusi dalam pengembangan kurikulum politeknik di Indonesia, memperkuat program magang, serta menjembatani hubungan antara dunia pendidikan dan industri. 

Dalam bidang riset, Parmelin menyoroti kerja sama antara Zurich University of Applied Sciences (ZHAW) dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) dalam penelitian mengenai data fiskal terdesentralisasi. 

Swiss juga membuka peluang studi lanjutan melalui program Swiss Government Excellence Scholarship, yang memungkinkan mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk belajar dan melakukan riset di universitas-universitas terkemuka di Swiss. 

“Perjanjian bilateral mengenai pertukaran profesional muda juga memungkinkan warga Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan untuk mengembangkan keterampilan profesional dan bahasa di Swiss,” tambahnya. 

Baca juga : BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1 Juta AgenBRILink, Catat Transaksi Rp 1.145,22 Triliun

Sebagai satu-satunya anggota G20 dari Asia Tenggara, Parmelin melihat Indonesia memiliki posisi strategis dalam arsitektur ekonomi global. Swiss memandang Indonesia tidak hanya sebagai mitra dagang, tetapi juga sebagai jembatan menuju kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik. 

Swiss, menurut Parmelin, mendukung penuh aspirasi Indonesia untuk bergabung dalam Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Bahkan, Swiss telah memberikan dukungan teknis guna memfasilitasi proses keanggotaan tersebut. 

“Di tingkat global, Indonesia adalah pendukung kuat multilateralisme yang efektif dan memainkan peran sebagai jembatan. Kami berbagi banyak nilai dan memiliki pandangan yang serupa dalam banyak hal,” jelasnya. 

Tanggapi Isu Dana Ilegal 

Baca juga : Ade Irfan Pulungan: SK Bisa Terbit, Jika Ada Surat Mahkamah Partai

Dalam wawancara ini, Parmelin juga menanggapi isu sensitif mengenai anggapan bahwa Swiss menjadi tempat penyimpanan dana ilegal milik pejabat korup dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah Swiss telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk memerangi praktik keuangan gelap. 

“Swiss sangat menjunjung tinggi reputasinya sebagai pusat keuangan yang bersih, berkinerja tinggi, dan inovatif. Kami berkomitmen penuh terhadap standar internasional dalam memerangi kejahatan keuangan, penghindaran pajak, pencucian uang, dan korupsi,” tegas Parmelin. 

“Jika Anda memiliki dana yang diperoleh secara ilegal, jangan datang ke Swiss,” pintanya, lugas. 

Parmelin menambahkan, sistem keuangan Swiss kini sangat ketat dan transparan. Swiss bahkan menjadi pelopor dalam hal pemulihan dan pengembalian aset hasil korupsi, dan hal itu telah diakui luas oleh komunitas internasional. 

Baca juga : Syaifullah Tamliha: Saya Berharap Legowo, Nggak Ada Gugatan...

“Kami juga bekerja erat dengan OECD dan mendukung penguatan otoritas anti-korupsi serta pengawasan keuangan, baik secara internasional maupun di Indonesia,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.