Dark/Light Mode

Jual Kuku Tangan Buat Dijadikan Obat

Jumat, 3 Oktober 2025 06:05 WIB
Ilustrasi. (Foto Holamigo)
Ilustrasi. (Foto Holamigo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di China, ada fenomena menjual potongan kuku tangan. Hal ini berkaitan dengan praktik pengobatan tradisional di Negeri Tirai Bambu yang masih bertahan hingga sekarang.

Dalam tradisi tersebut, potongan kuku dianggap memiliki nilai medis. Kuku digunakan sebagai salah satu bahan campuran untuk mengobati berbagai kondisi, seperti perut kembung pada anak-anak dan radang amandel.

“Seorang wanita dari Hebei menjual potongan kuku tangannya secara online seharga 150 yuan (sekitar Rp 320.000) per kilogram. Dia telah mengumpulkannya sejak kecil dan memutuskan untuk menghasilkan uang dari koleksinya itu,” ungkap media China, Kankan News, sebagaimana dikutip Oddity Central, Jumat (26/9/2025).

Baca juga : Persib Pecah Rekor, Tumbangkan Bangkok United Di Kandang

Biasanya, kuku yang sudah dipotong dianggap sampah dan langsung dibuang. Namun, di beberapa wilayah di China, potongan kuku justru dikumpulkan lalu dijual ke perusahaan yang memproduksi obat-obatan tradisional.

Perusahaan-perusahaan ini akan mencuci potongan kuku tersebut dengan sangat bersih. Lalu kuku dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus. Bubuk ini nantinya dicampurkan ke dalam produk obat.

Pertumbuhan kuku manusia tergolong lambat. Rata-rata orang dewasa hanya menghasilkan sekitar 100 gram kuku dalam setahun. Sehingga, mengumpulkan potongan kuku dalam jumlah banyak cukup sulit. Hal ini menyebabkan harga jualnya menjadi cukup tinggi.

Baca juga : Jalani Operasi, Nadiem Dibantarkan Di Rumah Sakit

Namun, penggunaan potongan kuku sebagai bahan obat sempat menurun sejak tahun 1960-an, karena penggunaan cat kuku yang mulai populer. Bahan kimia cat kuku dapat merusak kualitas kuku.

Menariknya, hanya kuku tangan yang bisa dijual untuk keperluan ini. Kuku kaki tidak diterima. Para pengumpul maupun pengolah kuku sangat ketat memeriksa kualitas dan jenis kuku.

 

Baca juga : Muzani: Prabowo Simbol Kekuatan Baru Dunia Islam

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.