Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kupas Dinamika ASEAN Bersama Dubes Bagas Hapsoro Di NPU
Kamis, 23 Oktober 2025 11:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Nusa Putra atau Nusa Putra University (NPU) menggelar diskusi mengenai Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan transformasinya dalam menghadapi dinamika dunia, Rabu (22/10/2025).
Acara menghadirkan Duta Besar (Dubes) Bagas Hapsoro, salah satu pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA), sebagai narasumber utama. Tema diskusi, ASEAN and It’s Transformation in the Dynamic World: Towards an Inclusive and Sustainable Future”.
Diskusi yang diadakan di kampus NPU ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum, Bisnis, dan Pendidikan Universitas Nusa Putra Sukabumi Teddy Lesmana, mewakili Rektor Kurniawan, dan dihadiri jajaran dosen serta ratusan mahasiswa.

Menurut Teddy Lesmana, diskusi ini bertujuan menumbuhkan pemahaman dan kesadaran Generasi Z terhadap dinamika politik luar negeri, khususnya perkembangan ASEAN dan peran Indonesia sebagai pendiri organisasi regional tersebut. Karena itu, NPU menghadirkan Dubes Bagas yang pernah menjabat Deputi Sekjen ASEAN periode 2009-2012 untuk memberikan pemaparan mendalam.
Dalam sambutannya, Bagas menyampaikan kebanggaannya terhadap NPU yang kini tercatat sebagai universitas dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia, yakni lebih dari 250 mahasiswa pada akhir 2024. Prestasi ini dianggapnya sebagai bukti komitmen universitas dalam mewujudkan pendidikan global berlandaskan nilai universal dan pendidikan karakter.
Baca juga : KPK Umumkan 21 Tersangka Kasus Dana Hibah Jatim, 4 Orang Ditahan
Bagas juga mengenalkan ICWA, organisasi yang didirikan pada 1997 oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Menteri Parpostel Joop Ave, yang berfokus memajukan kerja sama internasional melalui forum diskusi dan kajian di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sejak Januari 2025, ICWA aktif menggelar berbagai kegiatan, termasuk dialog dengan diplomat India, Pemerintah Fiji, serta delegasi negara-negara Kepulauan Pasifik dan Selandia Baru.

Dalam sesi diskusi yang dipandu dosen internasional asal India, Sarita Nandmehar, Bagas mengulas transformasi ASEAN di tengah politik global yang dinamis. Dia memaparkan sejarah panjang ASEAN dalam menghadapi konflik regional dan bencana kemanusiaan, seperti perang Indo-Cina, sengketa Laut China Selatan, pandemi Covid-19, hingga krisis Myanmar. Dia menegaskan pentingnya integrasi regional sebagai kunci kesamaan pandangan para pemimpin ASEAN.
Bagas menambahkan, ASEAN telah berhasil menciptakan ekosistem perdamaian yang mendukung kesejahteraan negara anggota, dan ini diakui dunia internasional.
“Tiga pilar ASEAN, politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya harus berjalan seiring untuk mencapai tujuan bersama,” katanya.
Baca juga : Dasco Tegaskan Belum Ada Suppres Pergantian Kapolri
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan dari dosen dan mahasiswa NPU. Prof Williams Dunu, dosen asal Nigeria, menyoroti luasnya spektrum pengalaman diplomat, dari politik hingga perlindungan warga negara. Dia berharap ICWA dan akademisi terus mengembangkan wawasan hubungan internasional khususnya soal ASEAN.
Mahasiswi NPU, Neni, menyatakan pentingnya update informasi dari ICWA dan Kemlu untuk memperdalam analisis isu internasional, baik saat damai maupun konflik.
Sementara itu, Thomas, mahasiswa asal Sierra Leone, menekankan bahwa tiga pilar ASEAN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti peningkatan ekspor komoditas. Dia juga mengungkapkan tantangan keamanan di negaranya akibat konflik separatis yang didukung negara tetangga.
Menanggapi itu, Bagas menegaskan ASEAN berfokus pada kesejahteraan rakyat dengan pilar keamanan-politik, ekonomi, dan sosial budaya yang saling memperkuat. Mantan Dubes RI untuk Swedia itu juga menyoroti potensi ekonomi Sukabumi di sektor kopi, pariwisata, dan infrastruktur transportasi sebagai contoh peluang pengembangan daerah.
Dalam kesempatan informal, Prof. Marco A. Marchetti dari Italia menilai ASEAN sebagai organisasi regional aktif yang perlu terus disosialisasikan ke masyarakat. Dia membandingkan ASEAN dengan Uni Eropa yang telah dirasakan manfaatnya oleh 27 negara anggota, namun menekankan pentingnya kedekatan organisasi dengan rakyat, bukan hanya elite pemerintahan.
Baca juga : Ibas Sampaikan Pesan Ilmu, Cinta Dan Harapan Lewat Pantun
NPU tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten mengadakan kegiatan internasional bersama kedutaan besar asing di Jakarta, berupaya membumikan diplomasi ASEAN dan mengoptimalkan peran organisasi regional untuk kemajuan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya