Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kelola Aset Ngangur, BUMN Disarankan Gaet Pihak Ketiga
Sabtu, 1 November 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Perum Bulog mengelola aset nganggur di kawasan Jakarta Utara menjadi aset produktif, bisa menjadi sumber cuan baru. Cara ini patut ditiru Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain.
Ekonom dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menekankan, pengelolaan aset sangat penting agar bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Apalagi, imbuhnya, BUMN sebagai perpanjangan tangan negara memiliki aset dalam jumlah besar, baik berupa lahan, gedung dan lainnya, yang tersebar di banyak wilayah.
Krisna memuji langkah Perum Bulog, yang menyulap aset menganggurnya di kawasan Jakarta, agar memiliki nilai tambah.
Baca juga : Poles Dulu Kualitas Pelayanan Biar Top
Menurut Krisna, bila sebuah perusahaan ingin fokus pada core business-nya, namun memiliki banyak aset yang terabaikan, maka tidak ada salahnya pengelolaannya dikerjasamakan dengan pihak lain.
“Apalagi, kalau (Bulog) merasa pengelolaannya di luar tupoksi (tugas, pokok, fungsi) atau tidak punya kapasitas dalam pengelolaan aset tersebut, maka bisa diserahkan ke pihak ketiga,” kata Krisna kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia mendukung langkah Bulog dan perusahaan pelat merah lainnya, yang berusaha menyulap aset-aset menganggur, menjadi sumber pendapatan baru.
“Kalau memang sudah lama tidak terpakai, sebaiknya dilelang atau biar pihak ketiga yang memanfaatkannya (disewa), dengan begitu bisa jadi aset produktif lagi,” tukasnya.
Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi PDNS, Mantan Dirjen Aptika Kominfo Bakal Disidang
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, aset yang dikelola Bulog nilainya mencapai Rp 53 triliun. Sayangnya, aset-aset tersebut tidak diberdayakan.
Salah satu asetnya, kata dia, gudang yang tidak terpakai di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Untuk mengoptimalkannya, perseroan telah menyulapnya menjadi kawasan bisnis Beloft, yaitu Bulog Lifestyle Opportunity Food and Teritory, sejak awal Oktober lalu. Keberadaan Beloft mendukung aktivitas bisnis, gaya hidup dan kuliner di Jakarta Utara.
Bahkan, kawasan ini menjadi simbol revitalisasi aset negara agar lebih produktif, bernilai ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Chelsea, Derbi London Bakal Dramatis
“Beloft ini adalah langkah revitalisasi aset negara yang sebelumnya kurang termanfaatkan, agar menjadi lebih produktif,” ujar Rizal, di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Ia berharap, kehadiran Beloft juga menjadi model optimalisasi aset yang berdaya guna tinggi, memperkuat citra Bulog sebagai perusahaan negara yang adaptif, serta menciptakan sinergi dengan dunia usaha.
Karena itu, pihaknya juga membuka ruang kerja sama dengan pengusaha di seluruh Tanah Air untuk bersinergi mengembangkan aset-aset Bulog sesuai aturan Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Mengingat, masih ada ratusan aset Bulog di beberapa wilayah yang belum dimanfaatkan dengan baik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya