Dark/Light Mode

Pasangan Lansia Keliling China 20 Tahun Naik Van

Sabtu, 8 November 2025 07:07 WIB
Wang Ruisen (kanan) dan istrinya, Shang. (Foto: Via SCMP)
Wang Ruisen (kanan) dan istrinya, Shang. (Foto: Via SCMP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kakek bernama Wang Ruisen (90), telah mengelilingi China selama 20 tahun terakhir dengan mobil van. Pria asal China utara itu bepergian bersama istri tercinta, Shang (86).

Melansir South China Morning Post (SCMP), Wang berasal dari Hohhot, ibu kota Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. Lansia itu membeli van pertamanya pada tahun 2003. Sejak itu, Wang bertekad mewujudkan impian masa tuanya, menjelajahi berbagai tempat di Negeri Panda itu.

“Tujuan kami adalah mengagumi keindahan alam dan memperluas wawasan. Sejauh ini, kami telah mengunjungi hampir semua tempat wisata terkenal di negara ini,” kata Wang, sebagaimana dikutip SCMP, Rabu (5/11/2025).

Setiap tahun, pasangan lansia ini menempuh perjalanan lebih dari 20.000 kilometer. Keduanya melakukan dua hingga tiga perjalanan panjang yang masing-masing berlangsung selama beberapa bulan.

Baca juga : Indonesia Himpun 7,7 Miliar dolar AS per Tahun dari Pasar Karbon

Perjalanan mereka menarik perhatian luas di media sosial, terutama karena usia mereka yang sudah lanjut. Banyak orang, termasuk generasi muda, mengagumi semangat pasangan ini. Mereka telah menjelajah hingga ke daerah-daerah terpencil di Xinjiang, yang terletak di barat laut China. Keduanya juga mencapai dataran tinggi Tibet di barat daya yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan.

Meski sudah sangat tua, Shang bahagia bepergian bersama suaminya. Dia percaya pada kemampuan mengemudi Wang yang telah terbukti selama bertahun-tahun. “Dia mengemudi dengan baik, dan saya merasa aman berada di dalam mobilnya,” katanya.

Wang pernah ikut Perang Korea pada 1951 sebagai sopir dan montir tentara relawan. Dalam perang itu, dia nyaris kehilangan nyawa ketika sebuah bom meledak hanya 20 meter dari truk yang dikendarainya. Ledakan itu membuatnya pingsan dan mengakibatkan gangguan pendengaran yang masih dia rasakan hingga kini.

Menariknya, cucunya, Xiaoting, mengatakan bahwa Wang tidak pernah menceritakan pengalaman perang tersebut kepada keluarganya. “Saya baru mengetahuinya ketika Pemerintah Pusat memberinya medali beberapa tahun lalu,” kata Xiaoting.

Baca juga : IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu

Wang merasa hanya bagian dari tim pendukung, bukan pahlawan seperti para prajurit yang berjuang di garis depan dan gugur di medan perang. Setelah perang, Wang menjalani kehidupan yang tenang dan kemudian memulai petualangannya di usia senja. Dia mengenang saat masih berusia 70-an, mampu mengemudi hingga 10 jam sehari tanpa merasa lelah.

Kini, seiring bertambahnya usia, dia hanya mampu mengemudi selama enam hingga tujuh jam per hari. Ketika memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) pada 2023, banyak sekolah mengemudi menolak karena usia lanjutnya dianggap berisiko.

Wang tidak menyerah. Dia akhirnya menemukan sekolah di pinggiran kota dan berhasil meyakinkan kepala sekolah bahwa pikirannya masih jernih dan kemampuannya belum menurun. Setelah diuji, dia berhasil lulus dan mendapatkan perpanjangan SIM selama enam tahun lagi.

Meski usianya sudah lanjut, Wang tetap mengemudi dengan hati-hati. Dia tidak pernah mengalami kecelakaan selama tujuh tahun terakhir. Bagi Wang, mengemudi dengan aman bukan hanya soal dirinya, tetapi juga menghormati kehidupan orang lain di jalan. 

Baca juga : Kilang Balongan, Kilang Paling Kompleks di Indonesia Andalan Pasokan Energi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 8 November 2025 dengan judul "Pasangan Lansia Keliling China 20 Tahun Naik Van"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.