Dark/Light Mode

Sowan Ke Prabowo Di Istana

Dubes Pakistan Puji Makan Bergizi Gratis

Kamis, 20 November 2025 06:10 WIB
Dubes Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri (kanan) dan Atase Pertahanan Kedubes Pakistan Kolonel Ahmed Nawaz Bajwa di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11/2025). (Foto Setpres)
Dubes Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri (kanan) dan Atase Pertahanan Kedubes Pakistan Kolonel Ahmed Nawaz Bajwa di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11/2025). (Foto Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri memuji visi besar Presiden Prabowo Subianto. Terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Dubes Chaudhri saat sowan ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/11/2025). Dalam pertemuan itu, Dubes Chaudhri menegaskan komitmen Pakistan memperkuat kerja sama di berbagai sektor, sekaligus membawa pesan ha-ngat dari Pemerintah dan rakyat Pakistan kepada Prabowo.

Dubes Chaudhri datang ke Istana mengenakan jas hitam formal. Dia tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Turut mendampingi, Atase Pertahanan Kedutaan Besar Pakistan Kolonel Ahmed Nawaz Bajwa.

“Rakyat Indonesia beruntung memiliki seorang pemimpin visioner seperti Yang Mulia Presiden Prabowo Subianto,” kata Dubes Chaudhri dalam konferensi pers usai bertemu Prabowo.

Menurutnya, program MBG merupakan inisiatif yang sangat visioner dan berani. Sebab, program ini akan memiliki dampak jangka panjang tidak hanya pada kesehatan pelajar Indonesia. Tetapi juga pada ekonomi Indonesia ke depannya.

Diplomat itu mengatakan, selain menghasilkan generasi muda Indonesia yang lebih sehat, MBG juga membuka peluang kerja baru. Dia memandang Presiden Prabowo sebagai seorang negarawan dengan visi yang kuat bagi Indonesia.

Selain berdiskusi soal MBG, dia juga berkomitmen memperkuat hubungan kedua negara di berbagai sektor. Yakni, di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, hingga sektor kesehatan.

Dubes Chaudhri berharap, rencana kerja sama kedua negara dapat ditindaklanjuti dan membawa hubungan yang semakin maju bagi kedua negara.

Baca juga : Mbak Titiek Puji SPPG Polri: Bersih, Higienis, Gizi Dijaga

Saat ini, Pakistan sebagai mitra dagang terbesar kedua Indonesia di kawasan Asia Selatan. Nilai perdagangan bilateral mencapai lebih dari 4 miliar dolar AS (sekitar Rp 66,9 triliun) per tahun.

Dia juga menyampaikan bahwa kedua negara telah memiliki Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) yang menjadi landasan penting dalam meningkatkan volume perdagangan.

Menurutnya, Pakistan mengimpor banyak produk Indonesia, termasuk minyak sawit. Dan Pakistan merupakan salah satu pembeli terbesar.

Sementara, Pakistan mengekspor sejumlah komoditas unggulan ke Indonesia. Mulai dari buah-buahan, peralatan bedah, peralatan olahraga, hingga produk manufaktur lainnya.

Dubes Chaudhri juga menyoroti sektor teknologi informasi sebagai bidang yang memiliki potensi besar untuk digarap bersama.

“Pakistan memiliki kapasitas yang memadai di sektor teknologi informasi, dan kami ingin memperluas kolaborasi dengan Indonesia di bidang teknologi informasi,” jelasnya.

Selain perdagangan, sektor pendidikan turut menjadi perhatian dalam kerja sama kedua negara. Dia menyampaikan harapannya agar lebih banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Pakistan.

“Kami berharap menerima lebih banyak mahasiswa Indonesia di perguruan tinggi kedokteran, universitas teknik, dan universitas teknologi informasi di Pakistan,” harapnya.

Baca juga : Jonan: Program Prabowo Pro Rakyat Dan Punya Multiplier Effect

Dalam kesempatan pertemuan dengan Prabowo, Dubes Chaudhri juga menyampaikan salam dan pesan hangat dari pemerintah dan rakyat Pakistan kepada Prabowo. Menurutnya, Prabowo turut membalas dengan menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Pakistan.

Kepala Pusat Riset Timur Tengah dan Islam di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) Nur Munir merespons positif pertemuan Dubes Pakistan dengan Presiden Prabowo. Dia mengatakan, Indonesia dianggap memiliki posisi kuat di mata internasional.

“Presiden Amerika Serikat Donald Trump saja respect kepada Presiden kita. Waktu Presiden pidato di PBB, pada akhirnya menggiring kepada pelaksanaan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) di kemarin. Donald Trump menyampaikan banyak terima kasih berulang-ulang,” kata Nur Munir kepada Rakyat Merdeka, Rabu (19/11/2025).

“Nah, mumpung Indonesia punya Presiden yang tegas, kita bisa memanfaatkan untuk membantu Pakistan menyelesaikan isu Kashmir,” imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan satu negara besar, berpenduduk mayoritas Muslim tetapi non Arab, serta merdeka melalui perjuangan, bukan pemberian.

Presiden Indonesia saat ini dipandang vokal dan tegas di dunia. Nur Munir juga menekankan pentingnya memanfaatkan kepemimpinan ini untuk mendorong kerja sama yang lebih erat dengan Pakistan.

 

 

Baca juga : Muzani Rayu Anak Muda Terjun Ke Peternakan Sapi

 

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.