Dark/Light Mode

Ketegangan Beijing Vs Tokyo Memuncak

Gestur Pejabat Senior China-Jepang Dikritik

Jumat, 21 November 2025 06:23 WIB
Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Kemlu Jepang Masaaki Kanai (kiri) membungkuk kepada rekannya Liu Jinsong usai pertemuan mereka di Kementerian Luar Negeri China, Selasa (18/11/2025). (Foto Tangkapan Layar Yuyuan Tantian)
Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Kemlu Jepang Masaaki Kanai (kiri) membungkuk kepada rekannya Liu Jinsong usai pertemuan mereka di Kementerian Luar Negeri China, Selasa (18/11/2025). (Foto Tangkapan Layar Yuyuan Tantian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah foto hasil jepretan fotografer yang menangkap momen usai pertemuan pejabat senior Jepang dan China di Beijing, Selasa (18/11/2025), beredar luas di media sosial. Foto-foto itu banyak dikomentari netizen.

Gambar tersebut menunjuk­kan Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang Masaaki Kanai, membungkuk kepada se­ jawatnya dari China Liu Jinsong, di luar Gedung Kemlu China, Beijing.

Menanggapi aksi Kanai, Liu terlihat santai sambil mema­sukkan tangan ke dalam saku celananya. Pose keduanya itu memicu ratusan ribu komentar di Weibo.

“Foto terbaik tahun 2025,” tulis seorang netizen.

Ada pula yang menyindir Liu layaknya guru yang me­ marahi muridnya yang gagal ujian.

“Guru Liu memarahi mu­ ridnya yang tidak lulus kelas diplomasi,” komen netizen.

“Katanya negara dengan dukungan negara super power. Tidak sesuai klaim,” celetukan lainnya.

Saking viralnya foto tersebut,Kemlu Jepang tidak tahan juga. Mereka mengajukan protes resmi ke Beijing pada Rabu (19/11/2025). Jepang mengeluh­ kan peliputan media dalam per­ temuan itu tidak diberitahukan sebelumnya.

Baca juga : KBRI Beijing Fasilitasi Wawancara Deputi Pemasaran Kemenpar Dengan CGTN

Kepala Sekretaris Kabinet Je­ pang Minoru Kihara menegaskan, Tokyo tidak mendapat informasi soal liputan pers terkait agenda Kanai di Kemlu China.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak gagal men­ jembatani perbedaan pandangan mengenai pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan pada 7 November lalu.

Merembet Ke PBB

Hawa ketegangan Jepang-China juga terasa di Markas Per­ serikatan Bangsa­Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (18/11/2025). Per­wakilan China untuk PBB Fu Cong mengecam pernyataan PM Takaichi dan menilai Jepang tidak layak mencalonkan diri sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Perwakilan Jepang memban­ tah keras tudingan tersebut, dan menyebutnya “tidak berdasar”. “Tokyo telah berkontribusi menjaga perdamaian dan kese­ jahteraan dunia,” kata salah satu diplomat Jepang kepada Reuters.

Ketegangan juga berdampak pada hubungan people-to-people. Beijing kembali menya­rankan warganya tidak ber­kunjung ke Jepang. Bahkan tidak menonton film maupun anime Jepang serta tidak mem­beli produk Negeri Sakura.

Akibat imbauan itu, sekitar 500 ribu tiket penerbangan me­nuju Jepang dikabarkan dibatal­ kan untuk periode 17 Novem­ber–25 Desember 2025.

“Pemimpin Jepang baru­-baru ini mengeluarkan pernyataan provokatif terkait Taiwan, me­rusak iklim hubungan kedua negara,” bunyi pernyataan Ke­ dutaan Besar China di Jepang, dikutip Guardian.

Pada hari yang sama, distribu­tor China juga menangguhkan perilisan dua film anime Jepang: Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasube Dancers dan Cells at Work!

Baca juga : Ringankan Beban Rakyat, Misbakhun Usul Penurunan Tarif PPN

Akar ketegangan bermula dari pernyataan PM Takaichi di parlemen pada 7 November. Dia menegaskan, serangan ber­senjata terhadap Taiwan dapat menjadi dasar Jepang mengerah­ kan pasukan sebagai bagian dari konsep pertahanan kolektif.

“Jika keadaan darurat di Tai­wan melibatkan kapal perang dan penggunaan kekuatan militer, itu bisa dianggap sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang,” ujarnya.

China langsung mendesak Takaichi menarik kembali uca­pannya. Namun Takaichi meno­lak. Dia menekankan, pernyataan­nya sesuai prinsip Jepang.

Sebelumnya, PM perempuan pertama Jepang itu dikenal se­bagai pendukung Taiwan dan keras terhadap Beijing. Jika serangan besar China terhadap Taiwan terjadi, ini bisa mengganggu rantai pasokan. Se­banyak 99 persen perdagangan Jepang bergantung pada rute maritim.

Ketegangan makin memuncak ketika Konsul Jenderal China di Osaka Xue Jian mengunggah komentar bernada ancaman terkait Takaichi.

“Leher kotor itu yang mene­ robos masuk sendiri, saya tak punya pilihan selain memenggal tanpa ragu sedikit pun. Apakah Anda siap?” tulis Xue, dikutip Newsweek. Namun, unggahan itu segera dihapus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan, komentar Xue “sangat tidak pantas” dan mendesak Beijing mengambil langkah sesuai agar tidak memperburuk hubungan kedua negara.

Warganet dan parlemen Jepang menuntut Xue meminta maaf, bahkan sebagian menyerukan agar dia dinyatakan persona non grata. Xue kemudian meminta publik menghentikan spekulasi.

Baca juga : HUT Ke-80 RI, GTTO & KBRI Tokyo Gelar Gowes Santai Lewat Sungai Tamagawa Jepang

“Akar masalahnya ada pada politisi Jepang yang mengabaikan peno­ lakan kami,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.