Dark/Light Mode

Belum Ada Tanda-tanda Pertikaian Bakal Berakhir

China Turun Gunung Untuk Damaikan Thailand-Kamboja

Senin, 22 Desember 2025 04:01 WIB
Polisi Thailand mengarahkan warga sipil untuk bergerak menuju area yang lebih aman, Jumat (19/12/2025). (Foto Reuters)
Polisi Thailand mengarahkan warga sipil untuk bergerak menuju area yang lebih aman, Jumat (19/12/2025). (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah China ingin mendamaikan Thailand dan Kamboja yang masih bertikai. Ini upaya negara sahabat untuk mendamaikan setelah Bangkok dan Phnom Penh gagal mengikuti kesepakatan damai yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Oktober lalu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kamboja mencatat, korban terus berjatuhan di kedua pihak yang bertikai di kawasan perbatasan. Per Sabtu (20/12/2025), 19 warga sipil Kamboja tewas. Dan di sisi Thailand, ada 19 prajurit dan 18 warga sipil tewas.

Tidak tinggal diam, China akhirnya turun tangan alias "turun gunung" untuk mengupayakan perdamaian. Dikutip dari Reuters, Minggu (21/12/2025), Utusan khusus China untuk Urusan Asia Deng Xijun dikirim ke Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (20/12/2025).

Baca juga : BRIN dan Danantara Perkuat Sinergi Riset untuk Dorong Hilirisasi Nasional

Kedatangan Deng dilakukan jelang pertemuan khusus anggota Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (22/12/2025). Info kunjungan Deng ke Phnom Penh disampaikan Kementerian Luar Negeri Kamboja pada Sabtu (20/12/2025).

"Deng Xijun menegaskan kembali, China akan terus memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi dialog antara Kamboja dan Thailand dengan tujuan untuk mempromosikan penyelesaian sengketa secara damai," terang Kementerian Luar Negeri Kamboja.

Sementara, Pemerintah AS tetap mengawasi kondisi terkini dua negara ASEAN itu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Washington optimistis Thailand dan Kamboja dapat kembali mematuhi gencatan senjata pada awal pekan depan.

Baca juga : Kemenhut Siapkan Peraturan Turunan Untuk Perkuat Tata Kelola Karbon

Dia mendesak kedua negara Asia Tenggara itu untuk kembali mematuhi Deklarasi Damai Kuala Lumpur yang diteken pada 26 Oktober lalu di hadapan Presiden Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

"Semoga kesepakatan damai bisa dicapai Senin atau Selasa besok," harap Rubio kepada jurnalis di Washington, Sabtu (20/12/2025).

Sebelumnya para pejabat Thailand, termasuk Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, menegaskan tak ada kompromi untuk mencapai gencatan senjata dengan Kamboja. Dia menegaskan, Kamboja yang harus terlebih dulu menghentikan serangan serta mencabut ranjau darat yang dipasang di perbatasan.

Baca juga : Alasan Prabowo Beri Bintang 4 untuk Djamari dan Dhofiri

Anutin juga mengabaikan seruan Presiden AS Donald Trump yang mendesak Thailand dan Kamboja segera melakukan gencatan senjata.

Trump sempat mengumumkan bahwa pemimpin kedua negara sepakat untuk menghentikan serangan pada Jumat (19/12/2025). Sayangnya, Thailand dan Kamboja tidak mengindahkan seruan Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.