Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Eksperimen ekstrem dilakukan peneliti kesehatan metabolik lulusan kampus Harvard dan Oxford, Inggris bernama Nick Norwitz. Dia hanya makan sarden kaleng selama satu bulan penuh sampai turun berat badan sebanyak 2,7 kilogram.
Norwitz makan sekitar tiga kaleng sarden per hari. Dalam 1 kaleng isinya 3-5 ikan. Sehingga dalam waktu 30 hari, dia mengonsumsi total sekitar 1.000 sarden kalengan.
Tujuannya untuk menguji apakah pola makan tersebut dapat menurunkan lemak tubuh, meningkatkan metabolisme, dan fokus mental, tanpa menyebabkan kehilangan massa otot.
“Saya ingin melihat apakah sarden bisa memberikan manfaat puasa tanpa efek samping,” ujarnya sebagaimana dikutip Fox News, Selasa (2/12/2025).
Baca juga : Pemain Timor Leste Ini Rayakan Natal Perdana Bersama Persebaya
Selama eksperimennya, dia memantau berbagai indikator kesehatan seperti berat badan, kadar keton, omega-3, serta performa saat berolahraga.
Pada awalnya, dia mengalami penurunan energi. Tetapi kondisi itu membaik setelah dia menambahkan lemak seperti minyak zaitun, serta garam untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
Setelah penyesuaian tersebut, dia merasa lebih ringan, lebih kuat, dan memiliki stamina yang sangat tinggi. Bahkan, dia mampu melakukan aktivitas fisik berat tanpa kelelahan berarti.
Hasil akhirnya cukup mencolok. Dalam sebulan, Norwitz berhasil menurunkan sekitar 2,7 kilogram berat badan. Dari sana dia menyimpulkan, diet sarden memberinya protein berkualitas tinggi, omega-3, serta nutrisi penting lain.
Baca juga : Tinjau Pengungsi Di Agam, Prabowo Janji Huntara Rampung Sebulan
Caranya ini membantu membakar lemak, menjaga otot, dan meningkatkan energi serta fokus. Diet ini juga memicu pelepasan hormon metabolik tertentu yang berperan dalam penurunan berat badan.
Namun, eksperimen tersebut juga memiliki dampak sosial yang tidak menyenangkan. Meski menjaga kebersihan diri, Norwitz mengaku tubuhnya mulai berbau seperti pasar ikan. Hal itu disadari oleh pacarnya.
Meskipun begitu, Norwitz tetap menyelesaikan eksperimen. Sesekali menyesuaikan pola makannya saat bersosialisasi dengan tetap menjaga asupan rendah karbohidrat.
“Diet sarden tidak cocok untuk orang yang sudah sangat kurus atau sensitif terhadap pembatasan karbohidrat,” terangnya.
Baca juga : Summarecon Bekasi Kembangkan Hunian Ultra Mewah Soultan Island
Norwitz juga mengingatkan, kadar omega-3 yang terlalu tinggi masih belum banyak diteliti efek jangka panjangnya pada manusia. Sehingga, eksperimen makanan seperti ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
“Satu-satunya hal yang membuat saya berhenti makan sarden setiap hari sekarang adalah saya tidak mau berakhir sendirian (karena bau badan)," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya