Dark/Light Mode

Lavrov Sebut Ukraina Serang Kediaman Putin, Zelensky Membantah

Selasa, 30 Desember 2025 12:36 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Facebook)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang menyebut rezim Kiev telah menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Menurutnya, pernyataan tersebut mengganggu upaya damai yang digagas Ukraina dan Amerika Serikat (AS), untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022.

“Rusia telah membuat cerita yang jelas-jelas palsu tentang serangan terhadap kediaman seorang diktator Rusia. Sehingga, mereka dapat memiliki alasan untuk melanjutkan serangan terhadap Ukraina, khususnya serangan terhadap Kiev. Serta menolak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang,” kata Zelensky via X, Selasa (30/12/2025).

"Ini taktik kebohongan khas Rusia. Terlebih lagi, serangan terhadap Kiev, khususnya terhadap Gedung Kabinet Menteri Ukraina, sudah semakin parah,” imbuhnya.

Baca juga : Layanan Kesehatan Pulih, RSUD Terdampak Bencana Beroperasi Kembali

Zelensky menekankan, kisah dugaan "serangan ke kediaman" ini adalah rekayasa penuh Rusia, yang dimaksudkan untuk membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina, termasuk Kiev. Menurutnya, hal tersebut juga merupakan bentuk penolakan Rusia terhadap langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang.

Zelensky memastikan, Ukraina tidak akan mengambil langkah-langkah yang dapat melemahkan diplomasi. Tapi sebaliknya, kata dia, Rusia selalu bersikap seperti itu.

“Ini adalah salah satu dari banyak hal yang membedakan kami. Penting agar dunia tidak berdiam diri, dan Rusia tidak mengganggu gerakan menuju perdamaian,” tuturnya.

Baca juga : PIS Salurkan 750 Jaket Keselamatan untuk Nelayan Manado

Dalam pernyataan resmi yang dimuat di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov mengungkap, Ukraina menyerang kediaman Putin di Novgorod pada malam tanggal 28-29 Desember 2025. Beruntung, tak ada korban atau kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan ini.

“Pada malam tanggal 28-29 Desember, rezim Kiev melancarkan serangan teroris dengan menggunakan 91 kendaraan udara tak berawak jarak jauh (UAV) di kediaman negara Presiden Federasi Rusia di wilayah Novgorod. Semua UAV berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia,” ujar Lavrov, Senin (29/12/2025).

Lavrov menggarisbawahi, serangan itu terjadi di tengah pembicaraan intensif antara Rusia dan Amerika Serikat (AS), untuk menyudahi konflik Ukraina.

Baca juga : Debut Marcos Reina Berujung Kekalahan, Persik Dibekuk Persita 0-3

“Tindakan gegabah seperti itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Angkatan Bersenjata Rusia telah memilih target dan waktu untuk serangan balasan,” tegas Lavrov.

“Terlepas dari serangan ini, kami tidak berniat untuk menarik diri dari negosiasi dengan AS. Tetapi, kami akan meninjau kembali posisi negosiasi Rusia, mengingat kemerosotan ekstrem rezim kriminal Kiev, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.