Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Layanan Kesehatan Pulih, RSUD Terdampak Bencana Beroperasi Kembali
Senin, 29 Desember 2025 23:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan kemajuan. Di bawah pemantauan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak bencana dipastikan telah kembali beroperasi melayani masyarakat.
Pratikno menegaskan, percepatan pemulihan layanan kesehatan menjadi prioritas utama Pemerintah untuk menjamin akses pelayanan masyarakat pascabencana.
“Alhamdulillah, kita syukuri saat ini seluruh RSUD telah beroperasi kembali. Terkait puskesmas, dari total 867 unit yang terdampak, kini hanya tersisa delapan puskesmas yang masih dalam tahap pemulihan akhir,” ungkapnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Selain pemulihan sarana dan prasarana, Pemerintah juga mengerahkan bantuan tenaga medis secara masif ke wilayah-wilayah terisolasi. Relawan dokter, tenaga kesehatan spesialis, dokter umum, hingga peserta program internship diterjunkan dengan fokus layanan kesehatan dasar, bedah minor, serta trauma healing.
“Pemerintah terus melakukan pengiriman relawan kesehatan ke daerah terisolasi agar layanan masyarakat tetap berjalan,” jelas Pratikno.
Baca juga : Pulihkan Desa Terdampak Bencana Sumatera, Kemendagri Kirim 1.054 Praja IPDN
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung sejumlah fasilitas kesehatan terdampak bencana di Aceh. Kunjungan kerja dimulai pada Jumat (26/12/2025) dengan peninjauan Puskesmas dan RSUD Langsa.
Di lokasi, Menkes mengecek kondisi ruang pelayanan, peralatan medis, serta kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Ia memastikan Pemerintah pusat akan membantu pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana.
“Kami tidak ingin layanan kesehatan masyarakat berhenti terlalu lama setelah bencana besar seperti ini,” ujar Budi.
RSUD Langsa yang menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut akan mendapat dukungan pengadaan alat medis dari Pemerintah pusat.
“Kami akan bantu pengadaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Computerized Tomography Scan (CT Scan), mammografi, ambulans, dan komputer,” tuturnya.
Baca juga : Akses Simpang KKA Pulih, Aceh Utara-Bener Meriah Kembali Tersambung
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menegaskan, pemulihan layanan kesehatan menjadi prioritas utama pascabanjir karena meningkatnya risiko penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan optimal. Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan manajemen rumah sakit segera mendata kerusakan secara detail sebagai dasar percepatan bantuan dari pusat.
Sehari berselang, Sabtu (27/12/2025), Menkes melanjutkan peninjauan ke Aceh Timur. Di daerah ini, banjir bandang sebelumnya melumpuhkan sejumlah fasilitas kesehatan. Budi mengunjungi RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak dan RSUD Zubir Mahmud yang sempat mengalami gangguan layanan akibat banjir bandang akhir November 2025.
Dalam pertemuan dengan Pemda, Budi menerima laporan bahwa rumah sakit dan puskesmas menjadi titik krusial pemulihan layanan masyarakat. “Semua data kerusakan harus lengkap agar bisa kami tindak lanjuti di tingkat pusat,” katanya.
Selain Aceh, banjir juga berdampak pada fasilitas kesehatan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Total terdapat 41 rumah sakit terdampak di tiga provinsi tersebut. Sebulan pascabencana, seluruh rumah sakit terdampak dipastikan mulai beroperasi kembali secara bertahap, dengan prioritas layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan operasi emergensi.
“Fase awal kami pastikan IGD dan operasi darurat bisa berjalan di rumah sakit terdampak,” kata Budi.
Baca juga : Awal Januari 2026, Siswa Terdampak Bencana Sumatera Ditargetkan Sekolah Lagi
Ia juga meninjau pemulihan layanan di RSUD Aceh Tamiang yang telah kembali mengoperasikan IGD, rawat inap, poliklinik, farmasi, dan layanan hemodialisa. “Pemulihan berjalan baik berkat kegigihan tenaga kesehatan dan relawan di lapangan,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan turut membantu sarana pendukung layanan kesehatan, antara lain matras perawatan, oxygen concentrator, Electrocardiogram (EKG), dan ventilator.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa Vivi Handayani menyampaikan, dampak banjir di wilayahnya tergolong parah. Satu unit ambulans dan 155 unit komputer rusak berat akibat terendam banjir. Kerusakan terjadi di Dinas Kesehatan, RSUD Langsa, dan sejumlah puskesmas.
“Kerusakan ini sangat memengaruhi kualitas dan kecepatan layanan diagnostik masyarakat,” kata Vivi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya