Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sambut 2026, Ekonomi Stabil dan Kepercayaan Publik ke Prabowo Meningkat
Sabtu, 13 Desember 2025 22:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah indikator ekonomi dan hasil survei publik menunjukkan Indonesia memasuki 2026 dengan kondisi yang relatif stabil. Ekonomi nasional mencatat tren positif, sementara tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terpantau menguat.
Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di level 53,3 pada November 2025, menandai ekspansi selama empat bulan beruntun. Indeks Keyakinan Konsumen naik ke angka 121,2, sedangkan Mandiri Spending Index Mid menyentuh level 312,8 yang mencerminkan daya beli masyarakat tetap kuat.
Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 8.000. Capaian tersebut mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai prospek ekonomi 2026 berada dalam momentum positif.
“Target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam APBN adalah baseline. Headwind sudah lewat dan akan berubah menjadi tailwind. Ke depan, fokus tinggal mendorong investasi,” kata Airlangga.
Baca juga : IKADIN Sampaikan 6 Rekomendasi Reformasi Polri Perkuat Kepercayaan Publik
Ia menyebut penguatan pariwisata, peningkatan mobilitas masyarakat, serta program diskon lintas sektor akan menjadi pendorong pertumbuhan pada awal 2026.
Airlangga juga menyoroti peran digitalisasi sebagai mesin pertumbuhan baru. Kontribusi ekonomi digital Indonesia disebut berpotensi mencapai 40 persen atau sekitar USD 800 miliar.
Selain itu, pemanfaatan QRIS yang telah menjangkau 57 juta konsumen dan 39 juta pelaku usaha dinilai membuka peluang agar rupiah semakin dikenal secara global.
Pemerintah juga mendorong pengembangan industri masa depan, mulai dari kendaraan listrik, baterai, hingga industri semikonduktor. Presiden Prabowo turut mengarahkan persiapan mobil nasional sebagai bagian dari strategi industrialisasi.
Optimisme juga datang dari dunia usaha. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebut 2026 berpotensi menjadi fase akselerasi ekonomi.
Baca juga : Hakordia 2025, ASDP Komit Tata Kelola Bersih & Perjalanan Layanan Publik Terpercaya
“Kami optimistis pemerintah bersama dunia usaha bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen,” ujar Anindya.
Ia menilai program quick wins seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Kesehatan Gratis (PKG), dan Rumah Layak Huni memberikan dampak langsung serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.
Kadin juga menyoroti rencana peningkatan peserta magang dari 20 ribu menjadi 80 ribu orang, terutama bagi generasi Z.
Dari sisi persepsi publik, survei Adidaya Institute menunjukkan legitimasi sosial pemerintahan Prabowo–Gibran tetap tinggi. Managing Director Adidaya Institute Ahmad Fadhli menyebut mayoritas publik menilai pemerintah berkomitmen pada pemberantasan korupsi.
“Sebanyak 78,5 persen responden percaya pemerintahan Prabowo–Gibran bebas dari praktik korupsi,” ujarnya.
Baca juga : MBG Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan Nasional
Analis politik Arif Nurul Imam menambahkan, kebebasan berpendapat dinilai masih terjaga oleh 76,5 persen responden. Sementara stabilitas politik berada di level 73,1 persen.
Menurutnya, ketegasan pemerintah dalam penegakan hukum menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya