Dark/Light Mode

Rusia Minta AS Klarifikasi Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Sabtu, 3 Januari 2026 21:03 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya: Cilia Flores. (Foto: Instagram)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya: Cilia Flores. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Rusia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya: Cilia Flores oleh Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (3/1/2026).

"Kami sangat prihatin dengan laporan yang menyebutkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya diterbangkan secara paksa ke luar negeri, dalam tindakan agresif yang dilakukan hari ini oleh Amerika Serikat," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (3/1/2026).

Terkait hal tersebut, Kemlu Rusia meminta AS untuk segera menyampaikan klarifikasi. 

Baca juga : PM Starmer: Inggris Tak Ikut Campur Soal Penangkapan Presiden Venezuela & Istri

"Kami meminta klarifikasi segera dari laporan-laporan ini. Jika tindakan seperti itu benar terjadi, AS telah mewakili pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka, yang rasa hormatnya adalah prinsip dasar hukum internasional," tegas Kemlu Rusia.

Hak Venezuela Harus Dijamin

Sebelumnya, pada hari yang sama, Kemlu Rusia juga menyampaikan sikapnya terkait agresi bersenjata AS terhadap Venezuela. Rusia menyebut dalih-dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak dapat diterima.

Permusuhan yang sarat ideologi, dinilai telah mengalahkan pendekatan pragmatis, sekaligus menyingkirkan kesiapan untuk membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan dan kepastian.

Baca juga : Trump Umumkan, AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro & Istri

Rusia menilai, dalam situasi saat ini, hal yang paling penting adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan memusatkan perhatian pada pencarian solusi melalui dialog.

"Kami berpijak pada pemahaman bahwa semua pihak yang mungkin memiliki keluhan satu sama lain, harus mencari penyelesaian melalui mekanisme berbasis dialog. Kami siap mendukung upaya-upaya tersebut," tegas Kemlu Rusia.

Rusia memandang Amerika Latin harus tetap menjadi kawasan damai, sebagaimana dideklarasikan pada tahun 2014. Hak Venezuela untuk menentukan nasibnya sendiri, bebas dari campur tangan eksternal yang bersifat merusak—terlebih lagi yang bersifat militer - harus dijamin.

Baca juga : Satgas Energi HIPMI: Sinergi Lintas Sektor Kunci Pengembangan Bioenergi Nasional

"Kami menegaskan kembali solidaritas dengan rakyat Venezuela, serta dukungan kami terhadap arah kebijakan kepemimpinan Bolivarian negara tersebut, yang bertujuan menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan Venezuela. Kami mendukung pernyataan otoritas Venezuela serta para pemimpin negara-negara Amerika Latin, yang menyerukan segera diselenggarakannya pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," papar Kemlu Rusia. 

Saat ini, Kedutaan Besar Rusia di Caracas beroperasi secara normal dengan mempertimbangkan situasi di lapangan, serta terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Venezuela dan warga negara Rusia yang berada di Venezuela. Tidak terdapat informasi yang menunjukkan adanya warga negara Rusia yang mengalami cedera.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.