Dark/Light Mode

Greenland Memanas: Trump Ancam Tarif Sekutu, Inggris Hingga Prancis Protes

Minggu, 18 Januari 2026 13:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 terhadap negara-negara sekutu yang menentang kendali AS atas Greenland. Tarif tersebut diperingatkan akan melonjak hingga 25 persen pada Juni 2026 jika kesepakatan pembelian wilayah tersebut tidak tercapai.

Harga Greenland

Berdasarkan pemberitaan NBC News, 14 Januari 2026, para ahli dan mantan pejabat AS memproyeksikan Washington DC harus merogoh kocek hingga 700 miliar dolar AS atau sekitar Rp 11.760 triliun (asumsi kurs Rp 16.800/dolar AS) untuk membeli wilayah otonom milik Kerajaan Denmark tersebut.

​Angka yang menyentuh angka ribuan triliun ini muncul setelah Trump secara resmi menugaskan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, untuk menyusun proposal pembelian wilayah seluas 800.000 mil persegi itu. 

Trump menegaskan bahwa penguasaan pulau strategis ini sangat krusial bagi operasional maksimal sistem pertahanan baru AS yang disebut "Golden Dome". Rencana yang langsung memicu protes keras dari pemimpin Inggris hingga Prancis.

Trump menebar ancaman tersebut lewat platform media sosial, Social Truth, pada 17 Januari 2025. Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu bakal memberlakukan tarif perdagangan terhadap delapan negara, yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia.

"Negara-negara ini, yang memainkan permainan yang sangat berbahaya ini, telah menempatkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima atau berkelanjutan," kata Trump.

Baca juga : Harga Minyak, Inflasi Dan Nilai Rupiah Stabil

Salah satu alasan tarif dikarenakan negara-negara Eropa tersebut menempatkan pasukan atau meningkatkan aktivitas militer di Greenland atau wilayah Arktik secara lebih luas. Trump merasa, perdamaian dunia dipertaruhkan jika AS tidak mengendalikan pulau tersebut. Trump mengklaim bahwa China serta Rusia menginginkan Greenland.

“Kami telah mensubsidi Denmark, dan semua negara Uni Eropa, dan lainnya, selama bertahun-tahun dengan tidak mengenakan tarif kepada mereka. Sekarang, setelah berabad-abad, sudah saatnya Denmark membalas budi. Perdamaian Dunia dipertaruhkan!” ujarnya.

Ancaman Trump menuai reaksi dari sekutunya di Eropa. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer protes. Bahkan reaksi Starmer disebut teguran langka, karena Inggris jarang memberikan respon negatif terhadap AS.

“Posisi kami mengenai Greenland sangat jelas. Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan masa depannya adalah urusan warga Greenland dan Denmark," kata Starmer sebagaimana dikutip BBC.

Starmer juga mengkritik rencana Trump yang akan mengenakan tarif terhadap delapan negara yang beraliansi di  North Atlantic Treaty Organization (NATO) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

Starmer menegaskan, NATO hanya berupaya menjaga keamanan bersama di wilayah Arktik. "Menerapkan tarif pada sekutu karena mengejar keamanan kolektif sekutu NATO sepenuhnya salah. Tentu saja, kami akan menindaklanjuti hal ini secara langsung dengan pemerintahan AS," ujarnya.

Baca juga : Prabowo Mimpi Anak Petani Jadi Insinyur Hingga Jenderal

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, ancaman tarif AS tidak dapat diterima. Macron menegaskan, arah negara-negara Uni Eropa mengenai Greenland tidak ada yang boleh mengintimidasi.

“Prancis berkomitmen pada kedaulatan dan kemerdekaan negara-negara, di Eropa dan di tempat lain. Ini membimbing pilihan kami. Ini mendasari komitmen kami kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan piagam kami,” kata Macron, dikutip The Guardian.

PM Swedia Ulf Kristersson juga memperingatkan bahwa Uni Eropa tidak akan diam jika ditekan AS. “Kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi. Hanya Denmark dan Greenland yang memutuskan masalah yang menyangkut Denmark dan Greenland. Saya akan selalu membela negara saya, dan negara-negara tetangga sekutu kami," tegasnya.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Dewan Pemimpin Uni Eropa António Costa, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan, mereka secara konsisten menggarisbawahi kepentingan transatlantik bersama dalam perdamaian dan keamanan di Arktik, termasuk melalui NATO. Uni Eropa mendorong dialog untuk menyelesaikan masalah.

"Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko menyebabkan spiral penurunan yang berbahaya,” lanjut pernyataan itu.

“Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen untuk menegakkan kedaulatannya," lanjutnya.

Greenland Tolak Trump

Baca juga : Di Investment Business Forum, KJRI Shanghai Sentuh Energi Hijau Hingga Pangan

Ancaman ini juga direspon negatif oleh senator AS. Trump dinilai melakukan sesuatu yang tidak masuk akal dan jauh dari realitas. Ancaman itu berpotensi merusak hubungan diplomatik antara AS dan negara-negara tersebut.

“Menghancurkan aliansi terdekat kita untuk mengambil Greenland yang sudah diperbolehkan Denmark untuk kita gunakan secara bebas adalah tindakan gila. Kongres harus mengatakan tidak,” kata Senator independen AS Bernie Sanders.

Di Greenland penolakan terhadap tuntutan Trump terlihat jelas. Warga di ibu kota, Nuuk turun ke jalan membawa spanduk bertuliskan “Greenland adalah milik orang Greenland”.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.