Dark/Light Mode

Presiden Uganda Yoweri Museveni Kembali Berkuasa Ketujuh Kalinya

Minggu, 18 Januari 2026 17:32 WIB
Presiden Uganda Yoweri Museveni. (Foto via EFE)
Presiden Uganda Yoweri Museveni. (Foto via EFE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden petahana Uganda, Yoweri Museveni (81), kembali memenangkan pemilihan presiden dan mengamankan masa jabatan ketujuhnya, berdasarkan hasil resmi yang diumumkan pada Sabtu (17/1/2026). Kemenangan ini memungkinkan mantan gerilyawan tersebut memperpanjang kekuasaannya yang telah berlangsung hampir empat dekade di negara Afrika Timur itu.

Dilansir AFP, Minggu (18/1/2026) rival utamanya, Bobi Wine (43), dikabarkan masih bersembunyi setelah aparat keamanan menggerebek kediamannya. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terkait keamanan oposisi serta iklim politik pascapemilihan di Uganda.

Menurut Komisi Pemilihan Umum, Museveni memenangkan pemilihan presiden dengan perolehan 71,65 persen suara. Pemilu yang digelar Kamis lalu itu berlangsung di tengah adanya pemberitaan, 10 orang tewas serta dugaan intimidasi terhadap kelompok oposisi dan masyarakat sipil.

Pemimpin oposisi Bobi Wine,  mantan penyanyi yang beralih ke dunia politik, meraih 24,72 persen suara. Dia diketahui telah lama menghadapi tekanan sejak terjun ke dunia politik.

Baca juga : Desa-desa Terisolasi Pasca Musibah Banjir di Aceh Kini Kembali Tersambung

Sejak pencalonan pertamanya dalam pemilihan presiden 2021, Wine berulang kali ditangkap dan menghadapi pembatasan aktivitas politik.

Dalam pernyataannya, Wine menegaskan penolakan penuh terhadap hasil pemilu yang diumumkan otoritas. Dia menyebut hasil tersebut sebagai palsu dan mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa melarikan diri setelah aparat keamanan menggerebek kediamannya pada Jumat (16/1/2026) malam.

“Saya ingin memastikan bahwa saya berhasil meloloskan diri dari mereka,” tulis Wine melalui akun media sosial X pada Sabtu. Ia menambahkan, dirinya saat ini tidak berada di rumah, sementara istri dan anggota keluarganya masih berada dalam status tahanan rumah.

Wine juga mengaku terus diburu aparat keamanan. “Saya tahu mereka mencari saya di mana-mana dan saya berusaha semaksimal mungkin untuk tetap aman,” ujarnya.

Baca juga : Memprihatinkan, Tawuran Kembali Marak Di Jakarta

Pengamanan diperketat di sekitar ibu kota Kampala. Kehadiran polisi dalam jumlah besar di sejumlah titik, seiring upaya aparat mencegah aksi protes seperti yang terjadi di negara tetangga Kenya dan Tanzania dalam beberapa bulan terakhir.

Pejuang Gerilya

Museveni, mantan pejuang gerilya yang berkuasa sejak 1986, selama ini dikenal memiliki kendali penuh atas negara dan aparat keamanan. Sepanjang masa pemerintahannya, ia dituding menekan dan menyingkirkan para penantang politiknya.

Tokoh oposisi utama lainnya, Kizza Besigye, yang empat kali menantang Museveni dalam pemilihan presiden, dilaporkan diculik di Kenya pada 2024. Ia kemudian dibawa kembali ke Uganda dan diadili di pengadilan militer atas tuduhan makar, dengan proses hukum yang hingga kini masih berlangsung.

Pemilihan presiden terbaru juga diwarnai laporan kekerasan terhadap pihak oposisi. Sejumlah insiden disebut terjadi selama dan setelah pemungutan suara.

Baca juga : IPI Apresiasi Insentif Fiskal Mendagri, Ingatkan Kualitas Belanja Daerah

Muwanga Kivumbi, anggota parlemen dari partai Bobi Wine di wilayah Butambala, Uganda tengah, mengatakan kepada AFP bahwa aparat keamanan telah menewaskan 10 agen kampanyenya setelah menggerebek kediamannya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon dari Nairobi.

Kepolisian Uganda memberikan versi berbeda. Aparat menyatakan bahwa “sejumlah orang” telah “dilumpuhkan” setelah kelompok oposisi diduga merencanakan penyerbuan dan pembakaran pusat penghitungan suara serta kantor polisi setempat.

Sementara itu, akademisi sekaligus kolumnis harian Observer, Yusuf Serunkuma, menilai Wine sejak awal tidak memiliki peluang besar menghadapi Museveni. Menurutnya, sistem politik yang otoriter telah menutup ruang kompetisi yang adil.

“Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan,” ujar Serunkuma kepada Associated Press. Ia menambahkan bahwa Museveni telah secara efektif melemahkan dan melumpuhkan oposisi selama bertahun-tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.