Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Serahkan Surat Kepercayaan
Dubes Listyowati Dorong Kerja Sama Investasi Hingga Energi RI-Bangladesh
Jumat, 23 Januari 2026 15:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal Listyowati secara menyerahkan Surat Kepercayaan (Letters of Credence) kepada Presiden Bangladesh Mohammed Shabuddin dalam upacara kenegaraan di Bangabhaban, Dhaka, Kamis (22/1/2026).
Penyerahan Surat Kepercayaan tersebut dilaksanakan setelah empat hari kedatangan Dubes Listyowati di Dhaka pada 17 Januari 2026. Seremoni penyerahan Surat Kepercayaan dilaksanakan secara khidmat sesuai protokol kenegaraan.
Dubes Listyowati merupakan diplomat karier yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2025. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Asia Selatan dan Tengah, Kementerian Luar Negeri RI.

Penyerahan Surat Kepercayaan menandai dimulainya masa tugas Dubes Listyowati sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Bangladesh. Selama ini, pilar utama hubungan kedua negara fokus di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama energi.
Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Bangladesh secara konsisten berada pada kisaran rata-rata 3 miliar dolar AS per tahun. Sementara pada 2025 tercatat mencapai sekitar 3,6 miliar dolar AS.
"Indonesia merupakan mitra dagang ketiga terbesar Bangladesh, khususnya sebagai pemasok batubara, minyak sawit, bahan baku industri, serta produk pangan, yang berperan penting dalam mendukung ketahanan energi dan industri Bangladesh," pernyataan Kedutaan Besar RI di Dhaka, Jumat (23/1/2026).
Baca juga : HKI Sambut Arahan Presiden, Hilirisasi Dorong Investasi Dan Lapangan Kerja
Dalam penyerahan Surat Kepercayaan tersebut, Dubes Listyowati menyampaikan pentingnya kerja sama kedua negara dalam mendorong pencapaian solusi konkret dalam kerangka Indonesia–Bangladesh Preferential Trade Agreement (PTA). Manfaatnya dapat meningkatkan akses pasar, memperkuat keseimbangan perdagangan, serta mendorong diversifikasi produk unggulan kedua negara yang bernilai tambah.

Dubes Listyowati juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mendukung dan berpartisipasi dalam proyek-proyek energi di Bangladesh, termasuk melalui peluang kerja sama Government-to-Government (G-to-G).
Selama ini, implementasi kerja sama tersebut selama ini dijajaki melalui skema antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), business-to-business, serta capacity building, sejalan dengan Nota Kesepahaman Kerja Sama Energi Indonesia–Bangladesh.
Komitmen ini melanjutkan hasil High Level Economic Delegation (HLED) Indonesia ke Bangladesh pada Mei 2025 yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, serta menegaskan peran Indonesia sebagai mitra utama ketahanan energi Bangladesh, termasuk sebagai pemasok utama batubara.
Kerja Sama Indonesia-Bangladesh
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi bilateral Indonesia–Bangladesh menunjukkan penguatan. Ditandai antara lain dengan rencana pembukaan jaringan ritel Alfamart Indonesia di Bangladesh serta keberlanjutan investasi PT Jafpa Comfeed Indonesia di sektor peternakan.
"Kehadiran investasi Indonesia tersebut menjadi wujud nyata kontribusi Indonesia dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia," kata Dubes Listyowati.

Baca juga : Kepengurusan Baru HIMAHI UBL Bidik Kerja Sama Internasional, Siap Go Global
Dari sisi potensi pasar, Bangladesh memiliki jumlah penduduk sekitar 175 juta jiwa dengan kelas menengah yang terus tumbuh dan diperkirakan mencapai 20 persen atau sekitar 40 juta jiwa pada 2025.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan stabil, rata-rata di atas 6,8 persen sejak 2011, Bangladesh menjadi mitra strategis bagi Indonesia.
"Hal ini membuka peluang besar untuk peningkatan perdagangan dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," kata mantan Konsul Jenderal RI untuk Chicago, Amerika Serikat (AS).
Selain kerja sama ekonomi, Dubes Listyowati menegaskan pentingnya penguatan kemitraan di bidang lainnya, seperti keamanan dan pertahanan.
Dubes Listyowati juga menyampaikan bahwa Indonesia akan mengemban amanah sebagai Chair Developing Eight (D-8) dan berharap Bangladesh dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda dan inisiatif D-8. Guna mendorong kerja sama negara-negara berkembang di bidang ekonomi halal, ekonomi biru, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia dan Bangladesh juga terus memperkuat kerja sama dalam berbagai organisasi dan forum internasional di kawasan. Indonesia juga turut mendorong penguatan kerja sama people-to-people. Antara lain melalui pemberian beasiswa.
Baca juga : IKASI Jakarta Siapkan Super Tim Dongkrak Prestasi Anggar
Menanggapi hal tersebut, Presiden Bangladesh menyampaikan apresiasi dan dukungan atas komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, hingg penanggulangan terorisme.
Jumlah WNI di Bangladesh
Sebagai informasi tambahan, saat ini jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Bangladesh tercatat sekitar 555 orang. Sebagian besar dari mereka merupakan ibu rumah tangga yan menikah dengan warga negara setempat.
KBRI Dhaka memberikan pelayanan kekonsuleran serta layanan publik lainnya bagi WNI, sekaligus melayani warga negara Bangladesh yang ingin berkunjung ke Indonesia.
Indonesia dan Bangladesh telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1972, dan selama lebih dari lima dekade, hubungan kedua negara terus berkembang secara positif dalam berbagai bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Tahun depan akan menandai peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Bangladesh, yang menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kerja sama dan kemitraan strategis antara kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya