Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KRI Sultan Iskandar Muda Sandar Di Colombo Usai Tuntaskan Misi UNIFIL
Minggu, 25 Januari 2026 14:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367) bersandar di Pelabuhan Colombo, Sri Lanka, setelah menyelesaikan penugasan selama satu tahun bersama Maritime Task Force TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL 2024/2025 di Lebanon. Kapal ini membawa 120 awak, termasuk 12 personel perempuan.
KRI SIM-367 merupakan bagian dari kontribusi Indonesia bagi misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL).
Indonesia saat ini berada pada peringkat kelima sebagai negara pengirim pasukan perdamaian. Pada 2025, Indonesia menugaskan 2.741 personel, termasuk 203 perempuan.
Selama masa sandar di Colombo, Dewi Gustina Tobing, Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka dan Maladewa, mengundang perwakilan personel pasukan penjaga perdamaian PBB (peacekeepers) Sri Lanka untuk mengikuti kegiatan Dialogue and Sharing Experience di atas KRI SIM-367.

Baca juga : RI Dokumentasikan Lebih Dari 450 Benda Budaya Yang Tersebar Di Museum Prancis
Dialog tersebut dihadiri Commodore Ardiansyah Muqsit, Atase Pertahanan Indonesia di New Delhi, serta Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, Komandan KRI SIM-367, bersama para personel pasukan penjaga perdamaian perempuan dari kedua negara.
Dalam diskusi, awak KRI SIM-367 memaparkan gambaran umum kapal beserta tugas-tugas yang terkait dengan misi pemeliharaan perdamaian PBB, yang berfokus pada pengawasan maritim dan dukungan terhadap keamanan maritim.
Di dalam UNIFIL Maritime Task Force, KRI SIM-367 beroperasi bersama kapal dari Jerman, Bangladesh, Turki, dan Yunani. Indonesia merupakan satu-satunya kontingen yang mengoperasikan helikopter di atas kapal dan ditugaskan sebagai Helicopter Commander, dengan total waktu terbang tercatat 136 jam 06 menit.
Personel perempuan di kapal bertugas di berbagai bagian, termasuk Operasi, Persenjataan, Permesinan, Logistik, Unit Helikopter, dan Staf Pendukung.
Baca juga : Satgas Garuda Merah Putih-II Tiba Usai Tuntaskan Misi Kemanusiaan Gaza
Personel pasukan penjaga perdamaian perempuan Sri Lanka juga membagikan pengalaman penugasan mereka. Kolonel W.T.A.S. Perera menyampaikan pengalamannya di Sahara, termasuk interaksi dengan komunitas lokal yang tinggal di sekitar wilayah tersebut, serta menggambarkan penugasan itu sebagai pengalaman yang berkesan dan menantang.
Seorang personel perempuan pasukan penjaga perdamaian Sri Lanka lainnya juga membagikan pengalaman bertugas di UNIFIL, termasuk peran di Joint Experience Centre. Diskusi juga menyentuh upaya menyeimbangkan tugas-tugas profesional dengan kehidupan keluarga.
Setelah dialog, rekan-rekan Sri Lanka diundang untuk mengikuti tur singkat mengelilingi kapal.
Dubes Dewi Gustina Tobing menegaskan bahwa perempuan di atas KRI SIM-367 menjalankan beragam peran dan tanggung jawab khusus. Ini menunjukkan bahwa perempuan mampu mengemban tugas-tugas operasional yang krusial di berbagai bidang, termasuk penerbangan dengan adanya pilot helikopter Panther perempuan, serta fungsi teknis dan dukungan misi lainnya.
Baca juga : Ruang Pintar PNM, Wujud Harapan Di Tengah Keterbatasan
Kegiatan di atas KRI SIM-367 menjadi kesempatan bagi para personel pasukan penjaga perdamaian Indonesia dan Sri Lanka untuk saling terhubung, bertukar perspektif, dan memperkuat pemahaman bersama mengenai pemeliharaan perdamaian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya