Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Krisis politik berkepanjangan di Myanmar kembali jadi sorotan serius ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya pendekatan konstruktif dan konsisten ASEAN demi mendorong perdamaian dan rekonsiliasi di Negeri Seribu Pagoda.
Penegasan itu disampaikan Sugiono saat menghadiri Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus yang menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat di Cebu, Filipina, Selasa (28/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Filipina selaku Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar memaparkan perkembangan terbaru situasi di Myanmar. Para Menlu ASEAN kemudian membedah secara mendalam implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) sekaligus memetakan langkah dan prioritas ASEAN ke depan dalam upaya penyelesaian krisis Myanmar.
Baca juga : Dubes Sujiro Seam, Jakarta Jadi Ruang Refleksi Hubungan UE-ASEAN
Menlu RI menegaskan bahwa situasi di Myanmar merupakan salah satu tantangan bagi ketangguhan dan kredibilitas ASEAN. “Hal ini (kunjungan utsus ke Myanmar) menunjukkan komitmen ASEAN untuk memastikan bahwa rekonsiliasi di Myanmar tetap menjadi prioritas utama,” tegas Menlu.
Berangkat dari komitmen bersama untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan, ASEAN diharapkan dapat terus terlibat secara konstruktif dan konsisten dalam mendukung proses perdamaian di Myanmar.
Secara khusus, Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap upaya Menteri Luar Negeri Filipina yang telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak di Myanmar. Langkah ini dinilai sebagai kontribusi nyata yang relevan.
Baca juga : Capello Pesimistis AC Milan Salip Inter Usai Ditahan AS Roma
Ke depan, dibutuhkan upaya-upaya terukur dan kreatif untuk membangun stabilitas yang langgeng dan inklusif, serta fondasi yang kokoh bagi proses pembangunan bangsa (nation-building) Myanmar.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog yang inklusif dengan seluruh pihak terkait di Myanmar.
“Indonesia juga terbuka untuk menawarkan dukungan praktis, termasuk berbagi pengalaman berharga kami dalam pembangunan bangsa, proses rekonsiliasi, dan penyelenggaraan otonomi daerah,” pungkas Menlu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya