Dark/Light Mode

Trump Desak Iran Ganti Pemerintahan, Garda Revolusi Diminta Tunduk

Sabtu, 28 Februari 2026 15:52 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Iran setelah diserang Israel. Trump mendesak terjadinya pergantian pemerintahan di Iran serta meminta Korps Garda Revolusi Islam menyerah.

Dalam video berdurasi delapan menit di Truth Social, mengkonfirmasi keterlibatan AS dalam serangan yang terjadi di Iran. Trump menyebutnya sebagai operasi“besar-besaran dan berkelanjutan” terhadap Iran.

Operasi itu, menurutnya, bertujuan melumpuhkan kekuatan militer Teheran, menghapus program nuklirnya, serta mendorong perubahan pemerintahan dan melindungi rakyat AS dari ancaman yang ia sebut datang dari rezim Iran.

Dia menuding aktivitas Teheran membahayakan pasukan dan pangkalan militer AS di luar negeri, serta sekutu-sekutunya di berbagai kawasan.

Baca juga : Sambut Mudik Lebaran, Pemerintah Kebut Perbaikan Jalan Berlubang di Pantura

Berdiri di belakang podium sambil mengenakan topi putih bertuliskan “USA”, Trump menyatakan bahwa rezim Iran telah menjadi ancaman bagi keamanan nasional Amerika selama 47 tahun, sejak Revolusi 1979 yang melahirkan pemerintahan teokratis.

Dalam pesannya kepada rakyat Iran, Trump menyerukan agar mereka “mengambil alih pemerintahan” setelah rangkaian serangan berakhir. Ia mengklaim, selama bertahun-tahun rakyat Iran meminta bantuan Amerika, namun tak pernah mendapatkannya.

“Kini Anda memiliki presiden yang memberi apa yang Anda inginkan,” ujarnya, seraya menyatakan AS mendukung mereka dengan kekuatan besar.

Trump menambahkan, sasaran operasi militer tersebut meliputi sistem rudal Iran, angkatan lautnya, serta kelompok-kelompok proksi di kawasan. Ia juga memperingatkan kemungkinan jatuhnya korban dari pihak Amerika.

Baca juga : Pemerintah Genjot PPDS, 9 Prodi Baru Diluncurkan

Pemerintahannya, kata Trump, telah mengambil langkah maksimal untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di kawasan. Namun ia mengakui, dalam perang selalu ada potensi korban jiwa.

“Kami melakukan ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi demi masa depan. Ini adalah misi yang mulia,” tegasnya.

Trump juga menyerukan kepada anggota Korps Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan kepolisian Iran untuk meletakkan senjata. Ia menjanjikan “kekebalan penuh” bagi mereka yang menyerah, namun memperingatkan bahwa penolakan akan berujung pada konsekuensi fatal.

Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Dua suara ledakan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Baca juga : PAN Bela Pemerintah, MBG Tak Pakai Duit Pendidikan

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan bahwa pasukan militernya telah melancarkan "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Otoritas Israel juga menetapkan keadaan darurat di wilayah pendudukan mereka demi menghadapi serangan balasan Iran.

"Negara Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran," tegas Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataannya.

"Menteri Pertahanan Israel Katz menetapkan keadaan darurat khusus dan segera di seluruh negeri," imbuh pernyataan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.