Dark/Light Mode

Perang Dengan Iran, AS Tekor 190 T

Sabtu, 14 Maret 2026 07:50 WIB
Ilustrasi, Kapal perang Amerika Serikat. (Foto: Reuters)
Ilustrasi, Kapal perang Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

 Sebelumnya 
Namun, jika terjadi serangan balasan, Iran akan menargetkan wilayah yang secara langsung terlibat dalam serangan terhadap negaranya. 

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei meminta, militernya tetap menutup Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan setelah beberapa hari ia tidak muncul di publik karena dilaporkan terluka akibat serangan udara. 

“Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan,” kata Mojtaba seperti dikutip AFP, Kamis (12/3/2026) malam. 

Ia juga menyerukan militer Iran untuk membalas serangan tersebut. Mojtaba bahkan mengimbau negaranegara Teluk menutup pangkalan militer AS di wilayahnya. 

Baca juga : Gelar Rapat Kabinet, Prabowo Matangkan Pelayanan Mudik

“Saya bersumpah untuk membalas darah anak-anak dan cucu-cucu kita,” tegasnya. 

Komandan Angkatan Laut Iran Alireza Tangsiri menegaskan pihaknya siap memberikan serangan keras terhadap AS dan Israel, sembari mempertahankan strategi pemblokiran Selat Hormuz. “Kami akan memberi pukulan terkeras kepada para agresor sambil mempertahankan strategi penutupan Selat Hormuz,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani merespons ancaman Presiden Trump yang berencana menyerang jaringan listrik Iran. 

Menurutnya, jika hal itu terjadi, seluruh kawasan Teluk akan mengalami pemadaman listrik. 

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Kampus Swasta Harus Bersaing Dan Berkualitas

“Seluruh kawasan akan gelap dalam waktu kurang dari setengah jam. Kegelapan akan memberikan kesempatan bagi kami untuk memburu tentara AS yang berlari mencari keselamatan,” tulisnya melalui platform X, seperti dikutip AFP, Kamis (12/3/2026). 

Trump sendiri mengaku militernya sejauh ini masih menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas produksi listrik Iran. Namun, ia menegaskan AS siap menargetkan infrastruktur tersebut jika Teheran memutus pasokan minyak global. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya muncul di publik untuk pertama kalinya setelah serangan Iran menghantam Tel Aviv. 

Dalam konferensi pers melalui video, Netanyahu menegaskan Israel bersama AS akan terus menggempur Iran dan sekutunya. “Kami bersama AS akan menghancurkan Iran dan sekutunya di Lebanon, Hizbullah,” kata Netanyahu seperti dikutip Reuters, Jumat (13/3/2026). 

Baca juga : Ubaid Matraji: Pembatasan Ini Kebijakan ‘Sakit’

Netanyahu, yang akrab disapa Bibi, juga mengancam akan membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. “Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun,” ujarnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.