Dark/Light Mode

Indonesia Bukan Co-Sponsor Resolusi DK PBB 2817 Soal Kecam Serangan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 21:53 WIB
Pertemuan di Dewan Keamanan PBB. (Foto UN)
Pertemuan di Dewan Keamanan PBB. (Foto UN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan, Indonesia tidak menjadi pengusul bersama (co-sponsor) dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Nomor 2817 yang mengutuk serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nabyl A. Mulachela mengatakan, keputusan tersebut diambil karena resolusi tersebut dinilai kurang mencerminkan prinsip keberimbangan.

Baca juga : Presiden Tenangkan Masyarakat Soal Dampak Perang, Pangan Kita Aman

“Indonesia tidak menjadi co-sponsor dalam resolusi tersebut. Indonesia berpandangan upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik perlu tetap dilakukan secara damai dan melalui jalur diplomasi, tapi juga mengedepankan aspek keberimbangan dan inklusivitas," tegas Nabyl dalam di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

DK PBB mengadopsi Resolusi 2817 pada Rabu (11/3/2026). Dalam resolusi tersebut, DK PBB mengecam serangan Iran di sejumlah negara seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania, serta mengutuk keras serangan yang menargetkan kawasan permukiman dan objek-objek sipil.

Baca juga : Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Regional Lawan Dengue ASEAN

Resolusi itu juga meminta Iran untuk segera menghentikan ancaman dan provokasi yang mengganggu aktivitas perdagangan maritim di kawasan tersebut.

Sebanyak 13 dari 15 negara anggota DK PBB menyatakan dukungan atas resolusi tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain. Di saat bersamaan, draf resolusi tandingan dari pihak Rusia resmi ditolak DK PBB.

Baca juga : Indonesia Weekend Miner 2026 Bahas Strategi Daya Saing Tambang

Bahrain sebagai sponsor utama mengajukan draf ini dengan dukungan 135 negara, termasuk Uni Eropa, sebagai langkah kolektif untuk menjaga kedaulatan wilayah Teluk. Indonesia tidak menjadi salah satu co-sponsor.

Konflik ini dipicu serangan udara gabungan Amerika Serikat-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026). Insiden itu menewaskan sejumlah tokoh kunci Iran termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.