Dark/Light Mode

Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi

Santuni Anak Yatim Untuk Mengenang 175 Siswi Yang Wafat Akibat Serangan AS

Senin, 16 Maret 2026 05:11 WIB
Dubes Mohammad Boroujerdi (tengah, berdiri) membagikan makanan untuk berbuka di acara santunan di kediamannya di Menteng, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Dubes Mohammad Boroujerdi (tengah, berdiri) membagikan makanan untuk berbuka di acara santunan di kediamannya di Menteng, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan santunan kepada lebih dari 150 anak yatim dari beberapa yayasan di Jakarta dan sekitarnya, di kediamannya di Menteng, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Acara ini untuk mengenang wafatnya 175 siswi di Kota Minab, Iran, akibat serangan serangan udara pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Satu jam sebelum beduk buka puasa, Kediaman Dubes Iran sudah dipenuhi siswi dari yayasan dan sekolah Islam di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Anak-anak yang berusia dari 5 hingga 12 tahun ini kompak berpakaian serba putih. Mereka memegang bendera Iran berukuran kecil. Satu per satu menyalami Dubes Boroujerdi sebelum duduk rapi untuk memulai acara doa bersama.

“Sebenarnya kami ingin mengadakan acara dalam suasana penuh kegembiraan. Apa daya, acara ini harus diadakan dalam suasana penuh duka,” tutur Dubes Boroujerdi dalam pidato pembukanya.

Baca juga : Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa Serta Hadirkan Posko Mudik

Tepat dua pekan lalu, pada 28 Februari 2026, serangan udara pasukan AS dan Israel menyasar Sekolah Dasar Shajereh Tayebeh di Kota Minab, Hormozgan, Iran.

“175 siswi dan guru syahid oleh serangan biadab AS dan Zionis,” kecamnya.

“Siapapun yang sengaja menyerang sekolah atau fasilitas apapun, yang ada masyarakat sipil, adalah penjahat perang,” ucapnya geram.

Dia menambahkan, hanya manusia berdosa dan tidak punya rasa kemanusiaan yang sengaja mencari cara untuk memulai perang.

“Karena manusia normal tidak akan pernah memimpikan sebuah perang,” tegasnya.

Baca juga : Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Terharu Lihat Foto Hubungan Dua Negara Di Pameran

Penargetan sekolah dan sengaja membiarkan pembunuhan anak-anak tak berdaya, lanjut Dubes Boroujerdi, juga merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional.

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, warga sipil, terutama anak-anak serta pusat-pusat pendidikan, harus sepenuhnya terlindungi dari serangan militer.

Anak-anak yang dijamu di kediaman dubes juga ikut merasa sedih, mendengar ada ratusan siswi seumuran mereka tewas oleh serangan rudal.

“Kita semua ngeri siswi-siswi di sana dibom. Mereka pergi sekolah untuk belajar. Bukan ikut perang,” komentar salah satu siswi dari Yayasan Bunga Bunga Qurani, Depok, Jawa Barat, Malika Zahra.

Dubes Boroujerdi menambahkan, serangan tersebut juga terjadi ketika Iran tengah menempuh jalur diplomasi dan dialog guna mendorong stabilitas kawasan.

Baca juga : Kemkomdigi Ajak Publik Tingkatkan Literasi dan Buat Konten Positif

“Kami menyerukan komunitas internasional, organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, serta organisasi perlindungan anak untuk mengambil langkah nyata mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku,” ajaknya.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban kekejaman AS dan kroninya, Dubes Boroujerdi dan staf melakukan tahlilan dan membaca Yasin bersama sebelum azan Maghrib.

Jelang berbuka, Dubes Boroujerdi ikut sibuk membagikan paket makanan berbuka kepada para siswi yang sudah duduk rapi. Usai berbuka bersama dan menunaikan salat Maghrib, Dubes Boroujerdi menyerahkan santunan dan berfoto bersama para siswi.

Sebelum para tamu ciliknya pulang, Dubes Boroujerdi berpesan, agar semua siswi rajin belajar dan menggapai mimpi yang tinggi.

“Lanjutkan mimpi dan bentuk masa depan yang cerah. Kalian adalah pelipur lara dunia,” pesannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.