Dark/Light Mode

Dubes Swiss Olivier Zehnder Kolaborasikan Musik Lewat Symphony of Friendship

Kamis, 9 April 2026 06:16 WIB
Duta Besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder (tengah) memberi penjelasan seputar Symphony of Friendship di Jakarta bersama Direktur Musik dan Konduktor Jakarta Concert Avip Priatna (kiri) dan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder (tengah) memberi penjelasan seputar Symphony of Friendship di Jakarta bersama Direktur Musik dan Konduktor Jakarta Concert Avip Priatna (kiri) dan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah situasi global yang tidak menentu, lantunan lagu indah seperti sebuah oase. Itulah salah satu tujuan utama Kedutaan Besar Swiss di Indonesia mengadakan konser bertajuk Symphony of Friendship di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Swiss dan Indonesia, kami ingin merayakan hubungan antarmasyarakat lewat keindahan kolaborasi musik,” jelas Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder saat ditemui jelang konser dimulai, Selasa (7/4/2026).

Dia menganggap musik salah satu bahasa universal yang dapat dinikmati tanpa batasan bahasa dan bangsa.

“Saya tidak akan berbicara tentang sisi ekonomi, tetapi saya pikir hubungan antarmasyarakat dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia dan Swiss telah bekerja sama dalam bidang ekonomi, pendidikan dan banyak sektor yang berbeda selama 75 tahun hubungan bilateral. Kedua negara akan meningkatkan kerja sama, khususnya dalam hubungan antarmasyarakat.

Baca juga : Dubes Swiss Olivier Zehnder Nonton Musisi Jazz Moncef Genoud Di Jakarta

Karena itulah, Dubes Zehnder mengaku sangat senang karena Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) juga akan membawa konser Symphony of Friendship ke Swiss.

Ditanya apakah dia memiliki musik khas Indonesia yang disukai, Dubes yang sudah hampir empat tahun di Indonesia ini mengaku suka jenis musik Indonesia bagian Timur.

“Saya suka jenis musik di kawasan Nusa Tenggara dan Ambon. Jenis musik jazz di Maluku, Ambon, juga sangat enak didengar,” akunya.

Dubes Zehnder mengatakan, akan menggali lebih banyak jenis musik khas Indonesia.

“Indonesia besar sekali ya. Jujur, saya belum menjelajahi dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Baca juga : Dubes Daniel Blockert Kenalkan Tradisi Fika, Cara Sederhana Redakan Stres

Namun, dia yakin jenis musik Indonesia, baik musik tradisional atau jenis musik populer dan kolaborasi, akan sangat diterima kuping penikmat musik di Swiss.

“Lagu-lagu Indonesia sangat unik dan cocok dikolaborasikan dengan alat musik klasik,” pujinya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Punjul Setya Nugraha mengatakan, penampilan musik Indonesia akan menjadi satu potret baru untuk komunitas internasional.

Potret itu, menurutnya, memperlihatkan Indonesia yang memiliki ragam budaya yang sangat luar biasa, memadukan seni modern dan kontemporer dengan kaedah budaya Indonesia.

Resital Symphony of Friendship di bawah arahan Avip Priatna itu hadir tidak hanya sebatas sebagai program konser. Namun sebagai representasi konkret dari diplomasi budaya yang menghubungkan berbagai bentuk hubungan bilateral Indonesia dan Swiss.

Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Kelistrikan Papua Lewat Dua Kerja Sama Strategis

Lagu-lagu daerah Indonesia yang dibawakan dalam aransemen orkestral, di antaranya Sik Sik Sibatumanikam (Sumatera Utara), Tak Tong Tong (Sumatera Barat), Bubuy Bulan (Jawa Barat), Ayo Mama (Maluku), Paris Barantai (Kalimantan), Tokecang (Jawa Barat), Benggong (Manggarai) dan Lisol (Sumatera Utara).

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.